SOSIOLOGI XI: PERMASALAHAN SOSIAL

 

 

                                                    MODUL
SOSIOLOGI

Kompetensi Dasar

 

3.2      Menganalisis   
 permasalahan     
sosial       dalam     
 kaitannya   
 
dengan
pengelompokan  sosial  dan  kecenderungan
 eksklusi 
sosial
 di masyarakat dari sudut
 pandang dan pendekatan Sosiologis.

 

4. 2  Memberikan   respons   dalam    mengatasi 
 permasalahan   
sosial    yang terjadi  di masyarakat dengan cara  memahami kaitan
 pengelompokan
sosial dengan kecenderungan eksklusi dan timbulnya permasalahan sosial.

 

 

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

DEFINISI
MASALAH SOSIAL, EKSKLUSI
SOSIAL dan FAKTOR PENYEBAB
MASALAH SOSIAL

 

 

A. Ringkasan Materi

 

Sering kali kita  mendengar  kata 
masalah.
 
Kita pasti
 juga pernah mengalami masalah.
Ketika
kalian mendapatkan
masalah, sesegera mungkin
kalian akan mencari solusi untuk memecahkan
masalah tersebut karena pada
hakekatnya   masalah   adalah 
 sesuatu   yang   tidak   kita   inginkan 
 dan  
harus   diselesaikan.

Masalah sosial ialah sesuatu hal yang timbul di masyarakat
dan harus dicari solusi
permasalahannya. Permasalahan yang timbul di masyarakat
begitu kompleks dan
muncul di berbagai sektor kehidupan bermasyarakat.

Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial
merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsurunsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan

kelompok sosial.

Vincent Parillo Parillo dalam Soetomo (2013), menyatakan bahwa pengertian masalah sosial mengandung empat komponen sebagai berikut:

1.  Kondisi tersebut merupakan masalah yang bertahan untuk suatu periode waktu

tertentu.  Suatu  kondisi  yang
 dianggap  sebagai  masalah  sosial,  namun
 hanya
terjadi dalam waktu singkat dan menghilangkan bukan
termasuk masalah sosial.

2.  Apabila dirasakan dapat menyebabkan kerugian fisik atau nonfisik, baik pada
individu
maupun masyarakat.

3.  Merupakan     suatu     pelanggaran     terhadap     nilainilai   
 dalam     kehidupan
bermasyarakat.

4.  Dapat menimbulkan kebutuhan akan
p
emecahan.

            Menurut  
Soetomo   masalah   sosial   adalah   sebagai   suatu   kondisi   yang   tidak
diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat.
Menurut
Lesli,  masalah sosial sebagai suatu kondisi  yang
 mempunyai  pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak
diinginkan atau tidak disukai dan karena perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.
Jadi
kalian bisa menyimpulkan
pengertian dari masalah sosial yaitu suatu kondisi
yang tidak diinginkan yang tidak sesuai dengan unsurunsur budaya serta membahayakan kehidupan kelompok sosial
sehingga perlu
diatasi.

 

            Eksklusi sosial juga disebut marginalisasi sosial yaitu tindakan penyingkiran atau pengucilan
 ke
 pinggiran masyarakat.  Eksklusi
 sosial  mengacu  pada
caracara di mana individu dapat terputus dari
keterlibatan penuh dalam masyarakat yang lebih luas.
Misalnya, orangorang yang tinggal di p
erumahan
yang
bobrok, dengan
sekolahsekolah
 miskin  dan  sedikit  kesempatan  bekerja  di  
daerah  itu,  dapat
secara efektif mengalami
penolakan dari kesempatan untuk
memperbaiki diri
yang dimiliki
kebanyakan orang di masyarakat.



 

1.   Faktor penyebab masalah sosial.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial
di masyarakat antara
lain :

a.  Faktor
Ekonomi

Faktor  ekonomi
 merupakan  faktor  terbesar  penyebab 
masalah  sosial,
ketidak  mampuan
 individu  atau  kelompok
 untuk
 mencukupi  kebutuhan

hidupnya secara layak khususnya secara materi.   Masalah ekonomi adalah

masalah serius yang dihadapi
oleh masyarakat.
Dalam hal ini kehadiran
pemerintah    untuk  
 mengatasi    masalah    ekonomi    sangat  
 diharapkan.

Sebenarnya masalah ekonomi tidak hanya dipandang suatu kondisi kekurangan dalam mencukupi kebutuhan secara ekonomi tetapi juga dalam pengaturan,   distribusi   dan 
 produksi   mempengaruhi   kondisi 
 ekonomi

bangsa yang pada
akhirnya akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat
yang adil dan merata.

Contoh faktor ekonomi menjadi masalah sosial yaitu kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial,
pengangguran, dan lainlain.

b.  Faktor
Budaya

Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor budaya dipicu
karena adanya ketidaksesuaian pelaksanaan norma, nilai, dan kepentingan sosial pada pola

masyarakat yang heterogen atau multikultural. Contoh kenakalan remaja,

konflik 
antarsuku, diskriminasi,  gender, pernikahan 
dini,  dan  Perceraian,
eksploitasi lingkungan dan lainlain.

Kebudayaan yang semakin berkembang akan mempunyai peran terhadap
timbulnya masalah  sosial.  Kebiasaan   suka menerabas,  tidak berperilaku

disiplin dan tidak taat aturan menjadikan tumbuhnya kebiasaan yang mendarah daging dan pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak kita harapkan.

Lunturnya rasa
menghargai, menghormati orang lain , kepekaan lingkungan menjadikan masyarakat cenderung apatis atau tidak peduli dengan keadaan

lingkungan sekitar.

Dalam  mengurus  sesuatu
 misalnya,
 akan  lebih
suka  potong 
kompas  dan mengabaikan proses/prosedur yang seharusnya. Maka merebaklah praktik

praktik percaloan, suap, dan rendahnya budaya antre. Kemudian kebiasaan

membuang  sampah  misalnya,  kita  sering
 melihat  di  jalan,  di  angkutan
umum     atau   
 kendaraan     pribadi,     pengendara     membuang     sampah

sembarangan dengan melempar sampah dari kendaraan
mereka. Sekecil
apapun  sampah
 ketika
 terakumulasi  dengan
 jangka
 waktu  yang
 panjang

maka akan menimbulkan maslah besar. Selokan akan tersumbat,
pendangkalan sungai, polusi tanah,   dsb. Hal itu menyebabkan efek yang

akan menyebabkan bencana seperti banjir, polusi, dan juga kerusakan ekosistem alam.

c.  Faktor Biologis

Penyebab
masalah sosial yang selanjutnya adalah faktor biologis. Masalah
ini
 dapat
 timbul
 akibat  adanya
 ketidaksesuain
 keadaan
 lingkungan
 yang

berpotensi 
 menimbulkan   ketidakstabilan   kondisi   biologis   masyarakat,

seperti  adanya
 wabah
 penyakit
 menular,  virus
 penyakit
 baru  (HIV-AIDS, COVID19), dan makanan beracun. Penyakit menular dapat menimbulkan

masalah  sosial
 jika  penyakit  tersebut  sudah  menyebar
 disuatu
 wilayah. Kurang gizi juga merupakan masalah sosial
yang disebabkan oleh faktor ini.

 

d.  Faktor Psikologis

Faktor ini berhubungan dengan masalah pola pikir suatu masyarakat atau
pribadi tertentu yang bersinggungan dengan tatanan kehidupan sosial yang

ada. Seperti aliran sesat dan pemahaman lainnya yang menyimpang dari ajaran
 agama  yang
 jika
 diamati
 secara  detail  sangat  tidak
 masuk
 akal.

Misalnya  aliran  Ahmadyiah,  aliran  yang
 menyimpang  dari  ajaran
 agama,
munculnya rajaraja palsu, dll. Masalah sosial yang satu ini tidak mudah

menanganinya    karena  
 menyangkut 
 soal    keyakinan,    sehingga  
 butuh
penanganan secara berkesinambungan dengan pendekatanpendekatan yang

bijak. Contoh lain yang termasuk masalah faktor psikologis yaitu gerakan
separatis anti pemerintah,
penyimpangan seksual
adanya
LGBT.

 

Latihan Soal

1.   Setelah mengetahui definisi masalah sosial menurut para
ahli, coba kemukakan pendapat
kalian tentang definisi masalah sosial!

                          2. 
 Apakah
hubungan antara eksklusi sosial dengan masalah sosial?

3.   Dari bebarapa faktor
penyebab masalah sosial,
menurut kalian faktor manakah
yang paling prioritas untuk
segera diatasi ? Jelaskan!

4.   Identifikasi masalah
sosial yang ada di lingkungan kalian!

5.   Bagaimana pendapat
kalian tentang pandemi Covid19
ini?
Bagaimana sikap kalian menghadapiny
a?





 

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

BENTUKBENTUK MASALAH SOSIAL

 

A. Ringkasan Materi

 

1.  Kemiskinan

Kemiskinan 
 merupakan 
 kondisi   dimana 
 seseorang   tidak   mampu   untuk memenuhi  kebutuhan
 hidupnya  sesuai  dengan
 taraf
 atau
 standar  kehidupan

pada   umumnya.   Kondisi   ketidakmampuan 
 ini   ditandai   dengan 
 rendahnya

kemampuan   pendapatan   untuk 
 memenuhi   kebutuhan   pokok   baik   berupa
pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan
yang rendah ini juga

akan  berdampak  berkurangnya  kemampuan
 untuk  memenuhi  standar  hidup ratarata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar
pendidikan.

 

Bentukbentuk kemiskinan, yaitu sebagai berikut :

a.  Kemiskinan         absolut,       
 merupakan         tahap       
 dimana       
 individu
sulit  atau
 bahkan
 tidak
 sanggup  untuk  memenuhi
 kebutuhan  pokoknya

sekaligus mendasar agar dapat menyambung
hidup. Contohnya, apabila ada seorang yang mengalami disabilitas (lumpuh) maka ia tidak sanggup untuk
mencari
 pekerjaan  yang
 upahnya
 dapat
 memenuhi  kebutuhan  seharihari

seperti  makan  dan 
minum,  apalagi
 ia
 hidup
 sebatang
 kara
 sehingga  ia
terjebak dalam lingkaran
kemiskinan (tidak
dapat
merubah nasib).

b.  Kemiskinan relative, merupakan kemiskinan yang melanda seseorang namun masih mampu untuk memenuhi kebutuhan mendasarnya. Misalnya, seorang

buruh yang selalu berangkat ke pabrik menggunakan sepeda, tetapi ia menyadari bahwa temantemannya telah
mempunyai sepeda motor, ketika

itu pun ia merasa kurang mampu dibandingkan rekanrekannya.
Ketidakmampuan seseorang dalam hal ini kemiskinan relatif sebagian besar

ditentukan oleh individu sendiri.

c.  Kemiskinan
 Kultural,  merupakan  bentuk  kemiskinan  yang  terjadi
 akibat adanya sikap dan
unsur budaya masyarakat yang cenderung santai dan tidak memiliki motivasi
 untuk memperbaiki taraf
hidupnya
menjadi lebih baik.

2.  Pengangguran

Pengangguran adalah
sebuah golongan angkatan kerja yang belum melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan uang. Pengangguran tidak terbatas pada

orang yang belum bekerja.
Orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang yang bekerja
namun perkerjaannya
tidak produktif pun dapat
dikategorikan

sebagai pengangguran.

Jenisjenis pengangguran :

a.  Pengangguran  Terbuka  :  Pengangguran
 yang  tidak
 memiliki
 pekerjaan.

Karena belum mendapat pekerjaan atau memang tidak mau bekerja.
Pengangguran terbuka disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia,

atau  tidak  adanya
 kecocokan
 antara  lowongan
 kerja  dan  latar  belakang

pendidikan.

b.  Pengangguran Siklikal
: Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan dalam

kegiatan perekonomian negara. Mundurnya perekonomian akan
mengakibatkan daya beli masyarakat
yang juga menurun, sehingga perusahaan akan mengurangi produksi dan memberhentikan
karyawannya.

c.  Pengangguran
Musiman : Kondisi ini disebabkan oleh siklus ekonomi yang
berfluktuasi karena adanya pergantian musim sehingga pekerja harus menghentikan aktivitas produksi untuk sementara. Biasanya terjadi pada
bidang pertanian dan perikanan, seperti petani dan nelayan.

d.  Setengah Pengangguran : Kondisi ini merupakan
pekerja yang mempunyai pekerjaan, namum jam kerjanya sedikit, biasanya
kurang dari 35 jam dalam
seminggu.

3.  Kriminalitas

Kriminalitas berasal dari kata crime yang artinya kejahatan.
Kriminalitas adalah
semua  perilaku
 warga  masyarakat  yang
 bertentangan  dengan
 normanorma

hukum
 pidana.  Kriminalitas
 yang  terjadi
 di
 lingkungan
 masyarakat
 dapat dipengaruhi
 oleh  beberapa  faktor,  baik  dari  dalam
 maupun
 luar
 individu.

Tindakan  kriminalitas
 yang  ada  di
 masyarakat  sangat  beragam
 bentuknya,
seperti  pencurian,  perampokan,  pembunuhan,  dan
 lain  sebagainya.
 Tindakan
kriminalitas yang terjadi di masyarakat harus menjadi perhatian aparat
polisi dan masyarakat
sekitar.

 

Dampak tindakan
kriminal seperti :

a.  Merugikan pihak lain baik material maupun non material b.
 Merugikan masyarakat
secara keseluruhan

c.  Merugikan Negara

d.  Menggangu stabilitas keamanan masyarakat e.  Mangakibatkan
t
rauma kepada para
korban.

Dengan kata lain dampak dari fenomena tindakan kriminal dan kekerasan ini

adalah mengakibatkan keresahan dimasyarakat dan
peran penegak hukum
seperti polisi akan sangat diandalkan untuk
menanggulanginya, namun peran masyarakat juga akan sangat membantu para polisi dalam menangulangi seperti

memberikan    informasi  
 dan  
 pengamanan  
 lingkungan  
 sekitarnya  
 dengan melakukan siskamling (sistem keamanan lingkungan) yang terintregasi dengan

tokoh masyarakat dan polisi.

4.  Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial merupakan perbedaan jarak ekonomi antara kelompok satu
dengan    kelompok 
 yang   lain.   Faktorfaktor   yang   mendorong   terjadinya

kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat, antara
lain:

a.  Menurunnya pendapatan per kapita.

b.  Ketidakmerataan pembangunan di daerahdaerah.
c.  Rendahnya mobilitas sosial.

d.  Adanya pencemaran lingkungan alam.

e.  Kesenjangan
 sosial
 ekonomi
 dapat
 menimbulkan
 masalah  di
 masyarakat, seperti munculnya tindakan kriminal, adanya kecemburuan sosial, dan lain

sebagainya

 

5.  Penyakit Menular

Penyakit  menular  adalah  adalah
 gangguan  yang
 disebabkan  oleh
 organisme
seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Disebabkan oleh agen biologi seperti

mikroorganisme patogenik (virus, bakteri, dan fungi) serta parasit. Keberadaa

mereka  ada  di  dalam
 atau  permukaan
 tubuh,  sehingga  dapat  menyebabkan
infeksi.

Terdapat tiga
kelompok utama
penyakit menular, yaitu:

a.  Penyakit
sangat berbahaya karena
angka kematian cukup
tinggi.

b.  Penyakit menular tertentu yang menimbulkan kematian dan cacat, walaupun
akibatnya lebih ringan dari yang pertama.

c.  Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat
mewabah yang menimbulkan kerugian materi dan kesehatan.

Virus  bukanlah
 organisme  hidup,  sebaliknya  mereka
 adalah
 fragmen
 asam nukleat yang dikemas dalam mantel protein yang membutuhkan sel hidup untuk

bereplikasi. Ada banyak virus lain yang ditransmisikan antara manusia dan yang
secara
signifikan menyebabkan penyakit dan kematian. Salah
satunya yang baru

baru ini muncul menjadi masalah
global yaitu virus corona
atau COVID19.

 

Coronavirus
 
adalah  suatu  kelompok  virus
 yang dapat
 menyebabkan  penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan
infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius MERS atau SARS. Virus ini menyebabkan penyakit Covid-19.

Gejalagejala COVID19 yang paling umum adalah demam, batuk
kering, dan
rasa lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien

meliputi  rasa
 nyeri  dan  sakit,
 hidung
 tersumbat,  sakit
 kepala,  konjungtivitis,

sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam  pada kulit, atau perubahan
warna jari tangan atau kaki. Gejalagejala yang dialami

biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi
terinfeksi tetapi hanya
memiliki
gejala ringan.

Jika Anda mengalami gejala ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan. secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis. Tetap di rumah, isolasi diri, dan pantau
gejala
Anda.
Ikuti panduan nasional
tentang isolasi mandiri.

Namun, jika Anda tinggal di daerah dengan malaria atau demam berdarah, Anda
tidak  boleh  mengabaikan  gejala  demam.  Segera cari 
pertolongan  medis. Saat

Anda  pergi
 ke
 fasilitas  kesehatan,
 kenakan
 masker  jika  memungkinkan, 
jaga jarak setidaknya satu meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan

benda dengan tangan Anda. Jika yang sakit adalah anak, bantu anak untuk
mematuhi nasihat ini.

Segera cari perawatan medis jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau
nyeri/tekanan   di   dada.   Jika 
 memungkinkan,   hubungi   penyedia   layanan

kesehatan Anda terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke fasilitas
kesehatan yang tepat.

6.  Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja atau juvenile delinquency memiliki arti kejahatan yang
dilakukan  oleh  anak  remaja.
 Dengan  demikian  kenakalan
 remaja
 merupakan

                          perbuatan yang melanggar hukum yang dapat dikenai sanksi pidana bagi yang

melanggar larangan tersebut. Masa remaja dikenal
dengan masa Storm dan
Stres dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik
dan pertumbuhan psikis  yang bervariasi. Masa remaja identik dengan lingkungan sosial
 tempat
 berinteraksi,
 membuat 
mereka  dituntut  untuk 
dapat menyesuaikan diri secara
efektif.

 

Secara garis besar kenakalan remaja dapat disebabkan oleh faktor internal dan
faktor eksternal.

a.  Faktor
Internal

1) Krisis identitas

Hal ini dapat terjadi sebab pada masa remaja kondisi kejiwaan yang
labil remaja  masih
 sangat
 menonjol.
 Remaja  sedang  dalam
 kondisi
 untuk

mencari identitas diri, dimana kesulitan ini sering tanpa disadari oleh para

remaja. Remaja tidak mau lagi dianggap sebagai anak kecil, tetapi pada sisi
yang lain kematangan untuk menjadi dewasa juga belum terpenuhi. Dalam

kondisi ini sering remaja juga terjerumus ke dalam hal
hal yang
negatif, sebagai akibat dari ketidaktahuannya.

2) Kontrol
diri
yang lemah

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang
dapat  diterima  dengan
 yang  tidak
 dapat
 diterima  akan  terseret
 pada

perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan

dua tingkah laku tersebut, namun tidak
bisa mengembangkan kontrol diri untuk
bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Kontrol diri yang

lemah  ini  menyebabkan
 remaja
 mudah  terbawa  arus  kehidupan
 yang

sering hanya untuk menunjukkan identitas dirinya agar diakui, tanpa
berpikir lebih jauh apakah
yang dia lakukan itu
benar atau salah.

b.  Faktor
Eksternal

1) Keluarga
dan
perceraian orang
t
ua

Keluarga merupakan lembaga yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Dalam keluarga pertamakali seorang anak akan

dikenalkan  dengan  nilai
 dan
 norma
 yang berlaku,  baik  dalam  keluarga sendiri maupun dalam masyarakat
y
ang lebih
luas.
Keluarga menjadi pusat
komunikasi yang baik bagi seluruh anggotanya, sehingga jika  tidak ada

komunikasi antar
anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota
keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah

di keluarga pun, seperti
terlalu memanjakan anak, tidak memberikan
pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi

penyebab terjadinya
kenakalan remaja.

Perceraian
keluarga seringkali membawa
efek yang buruk terhadap perkembangan  kepribadian  seorang
 anak.  Anak
 yang  menjadi  korban

perceraian  akan  mencari
 sosoak  panutan
 di
 luar
 keluarganya.
 Jika
 dia

menemukan atau bergaul dengan orang dan lingkungan yang salah, tidak



menutup kemungkinan bahwa hal tersebut akan mendorong perilaku yang
nakal dari anak tersebut.

2) Teman dan lingkungan yang kurang baik

Dalam masa ini pola pergaulan
harus menjadi perhatian
semua pihak agar
perilaku yang tidak baik dari remaja tidak muncul. Dalam tata pergaulan

remaja seringkali menemukan situasi yang tidak baik dari temanteman

sebayanya.  Pola  pergaulan 
dengan  teman  sebaya  sangat
 besar pengaruhnya,
 sebab  di  tengahtengah
 teman
 sebaya
 eksistensi  seorang

remaja mendapat pengakuan. Jika para remaja
menenmukan lingkungan pergaulan dengan perilaku yang
salah maka hal ini akan membawa kepada

mereka untuk berperilaku nakal.

3) Pengaruh budaya
asing yang cenderung
n
egatif

Seringkali remaja beranggapan bahwa
semua yang berasal dari luar negeri itu baik, keren, dan kekinian. Tetapi tidak semua budaya barat meberikan

manfaat yang baik dan bahkan tidak cocok dengan budaya
masyarakat
kita, remaja sebagai individu yang
ingin diakui keberadaannya oleh orang
lain
seringkali terpengaruh dengan budaya asing yang hanya dirasa enak,

mudah, glamor
dll.

7.  Aliran Sesat

Aliran  sesat
 adalah  pandangan  atau  
doktrin
 teol
ogis  atau  keagamaan
 yang dianggap   berlawanan   atau   bertentangan   dengan   keyakinan,   atau   sistem

keagamaan manapun. Dalam pengertian ini, ajaran sesat adalah pandangan atau doktrin  dalam
 filsafat,
 politik,
 ilmu, seni,  dll,  yang berbeda  dengan
 apa
 yang

umumnya   diakui   sebagai   yang 
 berwibawa.   Beberapa   aliran 
 sesat   atau
manyimpang yang pernah ada di Indonesia adalah:

a.  Komunitas Eden atau Salamullah

Ajaran ini didirikan oleh Lia Aminuddin atau Lia Eden dengan jemaat yang disebut  Salamullah.  Dia
 mengaku
 Imam  Mahdi
 sebagai
 penyebar  wahyu

Tuhan.  Dia
 juga  menyatakan
 dirinya  reinkarnasi  Bunda
 Maria,
 sedangkan

anaknya, Ahmad Mukti,
adalah jelmaan Yesus Kristus. b.
 Gafatar

Gerakan  Fajar  Nusantara
 (Gafatar)
 didirikan  oleh
 Ahmad  Musadeq,
 yang

menyatakan  dirinya  sebagai
 nabi.  Dia
 meneruskan
 ajaran  AlQiyadah
 Al
Islamiyah yang pernah dinyatakan
sesat oleh MUI pada tahun 2007. Gerakan

ini bersifat
sinkretik, yang menggabungkan ajaran Islam,
Kristen, dan
Yahudi. c.  Dimas kanjeng Taat
Pribadi

Pada tahun 2016, MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa sesat terhadap ajaran sesat Dimas
 Kanjeng
 Taat
 Pribadi.
 Pria
 itu  dianggap
 melakukan
 sejumlah

kegiatan menyimpang, menyesatkan, dan melecehkan agama. Dimas Kanjeng,
antara lain mendoktrin
pengikutnya dapat menggandakan uang lewat praktik

kun fayakun’. Dimas  Kanjeng turut mendoktrin
keyakinan kufarat kepada

pengikutnya bahwa ada bank gaib.

d.  Munculnya
kerajaan kerajaan palsu atau rajaraja palsu.

Contohnya  munculnya  Raja  dan  Ratu  Agung
 Sejagat
 dari
 Purworejo,
 yang
mengaku raja dan ratu. Keduanya
menjadi tersangka menyebar berita bohong

yang menimbulkan keonaran dengan mengaku sebagai raja dan ratu Keraton

Agung Sejagat (KAS) awal tahun 2020. Dan divonis 4 tahun dan 1,5 tahun
penjara oleh Putusan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo pada 15 September

2020.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penugasan Mandiri

 

Pada penugasan
mandiri sebelumnya
kalian telah membuat tabel identifikasi masalah sosial, nah sekarang identifikasi kembali masalah sosial yang
ada di
lingkungan
mu, temukan faktor penyebabnya dan berikan tanggapan kalian tentang masalah tersebut. Diskusikan 
 dengan teman
mu, dan tetap selalu
memperhatikan protokol
kesehatan.

 

 

NO.

 

BENTUK MASALAH
SOSIAL

 

FAKTOR
PENYEBAB

 

TANGGAPAN TERHADAP
MASALAH SOSIAL

1.

 

 

 

2.

 

 

 

3.

 

 

 

Dst.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

DAMPAK MASALAH SOSIAL dan PEMECAHAN MASALAH SOSIAL

 

 

            A.  Ringkasan
Materi

1. Dampak
 masalah
sosial

Dalam lingkungan masyarakat
pasti terdapat berbagai macam permasalahan sosial. Contoh masalah
sosial di
m
asyarakat, seperti kenakalan remaja, masalah kependudukan, 
masalah  pencemaran
 lingkungan,
 masalah
 kesehatan masyarakat maupun masalah sosial lainnya. Adanya berbagai masalah
sosial di
lingkungan masyarakat dapat membawa dampak bagi masyarakat
itu
s
endiri. Tidak hanya dampak yang bersifat negatif tetapi masalah
sosial juga mempunyai
dampak yang bersifat
positif.

Adapun  dampak
 yang  bersifat
 negatif
 dari  adanya  permasalahan  sosial
 di
masyarakat,
antara lain:

a.  Meningkatnya
tingkat kriminalitas.

b. Adanya
kesenjangan antara
orang kaya dan orang miskin.

c.  Adanya
perpecahan kelompok.

d. Munculnya
perilaku menyimpang.
e.  Meningkatkan pengangguran.

f.   Banyak terjadinya Bencana akibat
kerusakan lingkungan, dll

Dampak positif adanya
masalah sosial
antara lain :

a.  Potensi Munculnya Nilai dan Norma
Baru

Gejala sosial bisa menjadi penanda bahwa ada nilai dan norma masyarakat yang sudah ketinggalan zaman. Sehingga munculnya gejala sosial diharapkan

dapat memunculkan nilai dan norma baru yang sesuai dengan perkembangan

zaman.

b.  Adanya Upaya
Mewujudkan Kesetaraan
Gender

Perkembangan zaman di masyarakat akan meningkatkan kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak asasi yang sama sebagai manusia. Ini

jelas  merupakan  pertanda
 yang 
baik  karena
 dengan 
adanya  kesetaraan
gender, tidak
ada lagi ketimpangan
atau judgement dari lingkungan
terhadap suatu gender.

c.  Adanya Diferensiasi Struktural

Diferensiasi   struktural 
 ini   mengacu   kepada 
 berkembangnya   lembaga
lembaga sosial baru. Berbagai macam kebutuhan di masyarakat
y
ang semakin

kompleks   membutuhkan   wadah 
 dan 
 lembaga   baru 
 untuk 
 memenuhi

kebutuhan tersebut.

d.  Tingkat Pendidikan Formal
Semakin Tinggi dan Merata

Gejala  sosial  yang
 berhasil  diatasi  akan  membawa  pemahaman
 bahwa

pendidikan itu penting. Akibatnya, masyarakat akan lebih aware terhadap pendidikan dan berusaha untuk mendapatkan akses pendidikan, khususnya

pendidikan formal,
yang
lebih baik lagi.

e.  Meningkatnya
Penguasaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.

Seiring   dengan   meningkatnya   kebutuhan 
 akan 
 pendidikan,   munculnya berbagai
 penelitian  ilmiah
 terkait  gejala  sosial  yang
 telah
 terjadi
 semakin

menyadarkan   
 masyarakat     terhadap     pentingnya      penguasaan   
 ilmu

pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf
hidup.



 

 

 

f. 
 Berkembangnya Industrialisasi

Ketika masyarakat sudah mendapatkan pendidikan yang baik, produktivitas
masyarakat pun akan meningkat dengan sendirinya. Hal ini mengakibatkan

industri-industri semakin berkembang menjadi lebih
baik.

g.  Kesadaran Politik Semakin Tinggi

Masyarakat yang terdidik umumnya akan menyadari pentingnya kontribusi
setiap individu dalam praktek politik. Tingginya kesadaran politik ini ditandai

dengan meningkatnya partisipasi dalam politik praktis.

h.  Perlindungan terhadap Kebebasan dalam Kehidupan Beragama

Gejala  sosial  memberi  pelajaran  pada  masyarakat
 akan
 pentingnya  hidup
berdampingan     dan   
 menghormati   
 keanekaragaman.     Dengan   
 begitu,

diharapkan akan munculnya kerukunan antar umat beragama yang berujung

pada terwujudnya
kebebasan beragama secara
hakiki.

2. Pemecahan Masalah Sosial

Dalam ilmu sosial pada umumnya pemecahan masalah sosial dilakukan
dengan
dua pendekatan yaitu dengan prefentif dan represif. Pendekatan represif lebih
banyak digunakan yaitu setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai masalah
sosial,
 barulah  diambil tindakantindakan untuk mengatasi  masalah
 tersebut. Sedangkan pendekatan preventif merupakan tindakantindakan upaya
pencegahan agar gejala dan penyebab
masalah sosial tidak terjadi. Dalam menyelesaikan masalahmasalah sosial tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek saja tetapi harus juga melihat aspek lain yang mempengaruhinya.

a.  Upaya mengatasi kenakalan Remaja

Usahausaha  pencegahan  kenakalan
 remaja
 dapat
 dilakukan  dengan
 cara
moralitas maupun abolisionalistis. Cara moralistis menekankan pada upaya

pembentukan   dan 
 pembinaan 
 moral   dan 
 mental   remaja,   yang   dapat

dilakukan  melalui  penyuluhan
 kesadaran
 hukum
 bagi
 anak
 dan
 remaja, penanaman rasa tanggungjawab sosial, penanaman kesadaran beragama dan

penyuluhan tentang  sebabmusabab kenakalan  remaja.  Cara
 abolisionalitis dalam
pencegahan kenakalan remaja dilakukan dengan mengurangi sebab

sebab yang mendorong anak remaja melakukan perbuatan delinkuen. Selain
itu
upaya pencegahan kenakalan
remaja juga dapat dilakukan dengan cara berusaha mengerti pribadi anak dan minatnya serta memberikan cinta kasih

yang simpatik.

Langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi terjadinya
kenakalan remaja adalah
:

1) Mengedepankan Keteladanan

Remaja
 harus  bisa  mendapatkan
 sebanyak
 mungkin  figur  orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka

yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
Untuk
 itu  diperlukan  perilaku-perilaku
 keteladanan
 dari
 orang
 dewasa

atau para orang tua. Keteladanan
dapat mendorong remaja untuk meniru atau
mengadaptasi nilainilai yang terkandung di dalamnya.

2) Adanya  motivasi  dari
 keluarga,  guru,  teman  sebaya
 untuk
 melakukan
perbuatanperbuatan 
yang positif
 dan membawa kepada
 kebaikan 
baik

untuk saat sekarang maupun untuk menyongsong masa
depannya.

3) Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta
keluarga yang harmonis, komunikatif, dan
ny
aman bagi remaja.

4) Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi  arahan
 dengan
 siapa
 dan
 di  komunitas
 mana  remaja
 harus

bergaul.

5) Remaja  membentuk  ketahanan
 diri
 agar  tidak  mudah
 terpengaruh  jika ternyata
 teman  sebaya  atau  komunitas
 yang  ada
 tidak  sesuai  dengan

harapan.



 

 

 

b. Upaya Dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada
di masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Dalam hal kesenjangan sosial sangatlah mencolok dari berbagai aspek
misalnya dalam aspek keadilanpun bisa terjadi. Antara orang
kaya dan miskin sangatlah dibedakan dalam aspek apapun, orang desa yang merantau
dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini, memang
benar kalau dikatakan bahwa Orang kaya makin kaya, yang miskin
makin miskin. Adanya ketidak pedulian terhadap
sesama ini dikarenakan adanya kesenjangan yang terlalu
mencolok antara yang kaya” dan yang
miskin”. Banyak orang kaya yang memandang rendah kepada golongan bawah, apalagi jika
ia
miskin dan
juga kotor, jangankan menolong, sekedar melihatpun mereka tidak mau.

Solusi yang dapat ditempuh menitikberatkan kepada
halhal
berikut :

1) Kebijakan pemerintah harus menekankan kepada peningkatan/perbaikan
infrastruktur
 desa
 terutama  pada
 desadesa
 yang  kondisi  geografisnya

tidak menguntungkan.

2) Akses terhadap pendidikan, informasi dan kesehatan gratis harus menjadi
prioritas 
 bagi   pemerintah   sehingga 
 akselerasi   pembangunan   dapat

terwujud dengan efektif.

3) Pemerintah
perlu memberikan bantuan modal
bagi masyarakat.

4) Segregasi  atau 
eksklusi  terhadap masyarakat
 pedesaan baik dari
 aspek etnik, suku, agama,
gender dan sejenisnya harus dihapuskan.

c.  Upaya Mengurangi
Pengangguran

Pengangguran bukan lagi masalah pribadi, namun
menjadi masalah bersama
yang harus diatasi baik pemerintah, perusahaan, organisasi, dan masyarakat sekitar. Menurunkan
angka pengangguran menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama untuk meningkatkan
kinerja ekonomi negara.
Karena pengangguran merupakan kondisi yang
memprihatinkan dan
dapat membahayakan perekonomian suatu negara,
maka
harus dilakukan pencegahan atau paling tidak mengurangi angka pengangguran yang ada.
Hal ini   dapat 
 dilakukan  
dengan   kerjasama   pemerintah,   lembaga   terkait,
pengusaha, instansi dan masyarakat.

Solusi yang dilakukan agar dapat
mengurangi angka pengangguran ini setiap
tahunnya
 akan
 semakin  sulit  seiring
 meningkatnya
 para
 pencari  kerja,

kebutuhan   perusahaaan,
 munculnya
 sumber   daya   mesin   yang
 semakin canggih dari tahun ke tahun, kebijakan pemerintah dan hal lain yang pasti

akan mempengaruhi besarnya angka pengangguran. Setiap waktu harus
diperbaharui agar selalu update dengan keadaan kenyataan
y
ang ada.

Berikut  beberapa  cara  yang  bisa  dilakukan  untuk  permasalahan pengangguran yang ada,
yaitu
:

1) Membuka lapangan kerja
sebanyak-banyaknya

2) Meningkatkan peredaran
modal
usaha

3) Menempatkan pencari kerja
ke tempat yang sesuai kemampuan

4) Melatih   para   pencari   kerja   untuk 
 memiliki   jiwa 
 entrepreneur 
 atau
membuka
usaha sendiri

5) Penyuluhan  di  masyarakat  tentang teknologi  dan  hubungannya  dengan

perekonomian

6) Training dan pelatihan sertifikasi untuk para calon pekerja.

Cara-cara tersebut dapat dilakukan dengan kerjasama dari berbagai pihak,
tidak hanya pemerintah
tetapi juga dari pengusaha, masyarakat.

d.  Upaya Penanggulangan Virus (Covid-19)

Pemeritah secara resmi menetapkan wabah virus corona (Covid19) sebagai

Bencana  Nasional  melalui
 Keputusan   Presiden  Nomor   12  Tahun   2020



 

 

 

Penetapan    Bencana   
Nonalam    Penyebaran  
 Covid19    Sebagai  
 Bencana

Nasional.

Untuk mencegah
penyebaran COVID19 :

1) Cuci  tangan  Anda
 secara  rutin.  Gunakan
 sabun
 dan
 air,  atau
 cairan
pembersih tangan berbahan alkohol.

2) Selalu jaga jarak
aman
dengan orang yang batuk atau bersin.

3) Kenakan
masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan.

4) Jangan sentuh mata, hidung,
atau mulut Anda.

5) Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau
tisu.

6) Jangan keluar
rumah jika merasa
tidak enak badan.

7) Jika demam, batuk,
atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis.
Guna memastikan apakah gejalagejala tersebut merupakan gejala dari virus

Corona, diperlukan rapid test atau
PCR. Untuk dapat melakukan rapid test

atau PCR, kalian dapat pergi ke lab. Rumah Sakit atau laboratorium resmi di daerahmu.

 

 

 Latihan Soal

 

1. 
 Dampak positif masalah sosial salah satunya
yaitu Meningkatnya
Penguasaan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Jelaskan hal
tersebut!

2.   Mengapa pengangguran hanya dapat dikurangi, tidak bida diselesaikan dengan tuntas?

3.   Sebagai anggota masyarakat, apa yang kalian lakukan dengan adanya pandemi

Covid19 ini?



 

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *