Kelas XI BAB III SEBARAN DAN PENGOLAHAN SUMBERDAYA KEHUTANAN, PERTAMBANGAN, KELAUTAN DAN PARIWISATA

BAB
III

SEBARAN
DAN PENGOLAHAN SUMBER DAYA KEHUTANAN, PERTAMBANGAN, KELAUTAN, DAN PARIWISATA

 

KOMPETENSI
DASAR:

3. 3   Menganalisis
sebaran dan pengelolaan sumber daya kehutanan, pertambangan, kelautan, dan
pariwisata sesuai prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan

4.3    Membuat peta persebaran sumber daya
kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata di Indonesia

A. KLASIFIKASI
SUMBERDAYA ALAM

1.   
Klasifikasi
Sumber Daya

a.   
Berdasarkan Jenis

Menurut jenisnya, sumberdaya alam dibagi
dua sebagai berikut :

1)    
Sumberdaya alam nonhayati (abiotik):
disebut juga sumberdaya alam fisik, yaitu sumberdaya alam berupa benda-benda
mati. Misalnya bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.

2)    
Sumberdaya alam hayati (biotik):
merupakan sumberdaya alam berupa makhluk hidup. Sumberdaya alam tumbuh-tumbuhan
disebut sumberdaya alam nabati, sedangkan sumberdaya alam hewan disebut sumberdaya
alam hewani.

 

b.  
Berdasarkan Sifat

Menurut sifatnya, sumberdaya alam dapat
dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut:

1)     Sumberdaya
alam yang dapat diperbaharui (Renewable Resources)

Disebut
sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, karena alam mampu melakukan
pembentukan baru dalam waktu relatif cepat sehingga sumberdaya alam ini tidak
dapat habis. Pembaharuan bisa terjadi dengan dua jalan, yaitu secara reproduksi
atau dengan adanya siklus.

a)   
Pembaharuan dengan reproduksi.

Pembaharuan
dengan reproduksi terjadi pada sumberdaya alam hayati, seperti hewan dan
tumbuhan yang dapat berkembang biak. Akan tetapi, bila pengelolaannya tidak
tepat, sumberdaya alam hayati dapat punah.

b)  
Pembaharuan dengan adanya siklus.

Beberapa
sumberdaya alam, misalnya air dan udara terjadi siklus. Dengan demikian, selalu
terjadi pembaharuan. Aktivitas manusia yang dapat menurunkan kualitas dan
kuantitas sumberdaya alam misalnya: Pencemaran udara, penebangan hutan dan
pemakaian air tawar secara besar-besaran.

2)    
Sumberdaya alam yang tidak dapat
diperbaharui (Unrenewable Resources)

Sumberdaya
alam ini jumlahnya relatif tetap karena tidak ada
penambahan disebabkan pembentukannya sangat lambat bila dibandingkan
dengan umur manusia. Pembentukannya kembali memerlukan waktu ratusan bahkan
jutaan tahun. Contoh: bahan mineral, minyak tanah, gas bumi, batubara, dan
barang tambang dan sumber daya fosil lainnya.

 

B.       SEBARAN SUMBER DAYA ALAM

Adapun
potensi dan sebaran sumber daya alam yang dikembangkan di Indonesia adalah
sumber daya kehutanan, pertanian, dan perkebunan, pertambangan, kelautan, serta
pariwisata

1.    Sumber Daya Alam Kehutanan

Adapun
jenis hutan di Indonesia yakni hutan hujan tropis, hutan musim, hutan sabana, dan
hutan bakau. Hampir semua jenis hutan berkontribusi terhadap kebutuhan hidup
masyarakat Indonesia. Hutan hujan tropis menyimpan berbagai vegetasi berdaun
lebar, memanjat dan  menempel (Liana dan Efifit). Pohon rotan merupakan
satu di antara berbagai spesies hutan hujan tropis yang memiliki nilai tinggi
dan diminati mancanegara.

Hutan di
Indonesia memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut.

a.   
Fungsi ekonomis, merupakan sumberdaya
alam yang terkandung di hutan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia dan
menghasilkan devisa negara. Misalnya kayu meranti, kayu jati, agathis, kamper,
rotan, dan hasil lainnya diluar kayu.

b.   
Fungsi klimatologis, hutan dapat menjaga
stabilotas pola iklim dunia, suhu, kelembabam, dan tingkat curah hujan.

c.   
Fungsi edafik, hutan berfungsi mejaga
kesuburan tanah, daun-daun yang gugur dan jatuh ke tanah dapat membentuk
serasah dan menjadi humus, sehingga menyuburkan tanah.

d.   
Fungsi hidrologis, hutan dapat menjaga
kondisi dan kestabilan cadangan air tanah. Air hujan akan diserap oleh akar
pohon dan menjadi cadangan air tanah.

e.   
Fungsi konservasi, hutan dapat menjaga
kelestarian alam. Jika hutan ditebang akan mengakibatkan meluasnya lahan kritis
di Indonesia.

2.    Sumber Daya Pertambangan

Berdasarkan
PP No. 27 tahun 1980 tentang Penggolongan Bahan-bahan Galian: atas tiga
golongan, antara lain:

1)    
Barang tambang Golongan A (strategis)
merupakan bahan galian yang sangat penting untuk pertahanan dan keamanan negara
serta penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Pengelolaannya dilakukan oleh
pemerintahatau bekerja sama dengan pihak swasta, dalam maupun luar negeri.
Contoh barang tambang golongan A adalah minyak bumi dan gas. Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang
saat ini banyak dipakai untuk
keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga.

2)    
Barang tambang Golongan B (vital)
merupakan barang tambang yang bisa memenuhi hajat hidup orang banyak.
Pengelolaannya jenis barang tambang ini dilakukan oleh masyarakat maupun pihak
swasta yang diberi izin oleh pemerintah. Contoh barang tambang golongan B di
antaranya adalah emas, perak, besi, dan tembaga.

3)    
Barang tambang Golongan C merupakan
barang tambang untuk industri atau yang tidak dianggap langsung mempengaruhi
hajat hidup orang banyak. Pengelolaan barang tambang jenis ini ini dilakukan
oleh masyarakat. Contoh barang tambang golongan C di antaranya adalah pasir,
batu kapur, asbes, granit dan marmer.

 

 

3.   
Sumber
daya kelautan

Potensi
sumberdaya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, tetapi juga yang berada di
bawah permukaan laut. Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang
sangat baik dari segi jumlah dan keanekaragamannya. Menurut Departemen Kelautan
dan Perikanan, potesi perikanan laut Indonesia terdiri atas perikanan pelagis
yang tersebar hampir di semua bagian laut Indonesia. Di Indonesia bagian barat,
jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan pelagis kecil. Di Indonesia bagian
timur, bayak ditemukan ikan pelagis besar, cakalang, dan tuna. Selain ikan yang
tersedia di lautan, penduduk Indonesia juga banyak membudidayakan ikan,
terutama di daerah pesisir dengan jenis ikan bandeng dan udang.

Hutan
Mangrove Adalah hutan khas yang hidup di sepanjang pantai di daerah tropis yang
dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Banyak terdapat di pesisir timur
Sumatera, pesisir Kalimantan, dan pesisir selatan Papua. Ada dua fungsi hutan
mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu fungsi ekologis
dan ekonomi. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat
hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak.
Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai
dari abrasi air laut. Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari
kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya.Biasanya penduduk
memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau
juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga
dihuni oleh beragam jenis fauna.

Terumbu
karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur
yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk
kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut
akan membentuk karang..

4.   
Sumber
Daya Pariwisata

Menurut
Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata adalah
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta pelayanan
yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok
orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan
pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam
jangka waktu sementara.

Dalam
lingkup ASEAN, wisata Indonesia berada diperingkat empat setelah Singapura,
Malaysia, dan Thailand. Potensi pariwisata Indonesia adalah sebagai berikut:

a.       Wisata
alam, adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi
sumber daya alam, baik alami maupun setelah adanya usaha budidaya. Misalnya bentang
pesisir pantai, bentang laut, kolam air, dan
dasar laut, maupun di wilayah daratan pegunungan, hutan alam/taman
nasional/taman wisata alam/taman hutan raya, perairan sungai dan danau,
perkebunan, pertanian, serta bentang alam khusus seperti gua, karst, dan padang pasir.

 

b.      Wisata
budaya adalah perjalanan yang dilakukan untuk memperlus pandangan hidup dengan
cara mengunjungi tempat lain atau ke luar negeri untuk mempelajari keadaan
rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup, serta kebudayaan dan
seni. Contoh objek wisata budaya adala situs purbakala dan budaya (candi,
bangunan sejarah, keraton dan kota tua), museum, dan perkampungan tradisional
(dengan adat dan tradisi budaya masyarakat yang khas).

 

c.       Wisata
buatan, adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan objek wisata
yang sangat dipengaruhi oleh upaya dan aktivitas manusia. Wisata buatan
mencakup wisata MICE (pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran), wisata
olahraga, dan wisata terintegrasi. Contoh objek wisata buatan antara lain
fasilitas rekreasi dan hiburan/taman
bertema, fasilitas peristirahatan terpadu, serta fasilitas rekreasi dan
olahraga.

C.       AMDAL DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

1.   
Pengertian AMDAL

AMDAL
adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan yang dapat menimbulkan
perhubahan terhadap lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah keseluruan unsur
atau komponen yang berada di sekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan
perkembangan individu tersebut. Komponen lingkungan hidup dapat dibedakan
menjadi komponen makhluk hidup (biotik) dan komponen benda mati (abiotik).

2.   
Fungsi AMDAL

Fungsi
AMDAL pembangunan adalah:

a.   
Bahan bagi perencanaan pembagunan
wilayah

b.   
Membantu proses pengambilan keputusan
tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan

c.   
Memberikan masukan untuk penyusunan
desain rinci teknis dari rencana usaha

d.  
Memberikan masukan untuk penyusunan
rencana pengelola dan pamnatauan lingungan hidup

e.   
Sebagai masukan dengan pertimbangan yang
lebih luas bagi perencanaan dan pengambilan keputusan sejak awal dan arahan
atau pedoman bagi pelaksana.

 

3.   
Manfaat AMDAL

Manfaat AMDAL yang mendukung lingkungan
hidup adalah:

a.   
Bagi
Pemerintah

1)          
Menghindari perusakan lingkungan hidup
seperti timbulnya pencemaran air, pencemaran udara, kebisingan, dan lain
sebagainya. Sehingga tidak mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat.

2)          
Menghindari pertentangan yang mungkin
timbul, khususnya dengan masyarakat dan proyek – proyek lain.

3)          
Mencegah agar potensi dumber daya yang
dikelola tidak rusak.

4)          
Mencegah rusaknya sumber daya alam lain
yang berada diluar lokasi proyek, baik yang diolah proyek lain, masyarakat,
ataupun yang belum diolah.

b.   
Bagi Pemilik Modal

1)          
Menentukan prioritas peminjaman sesuai
dengn misinya.

2)          
Melakukan pengaturan modal dan promosi
dari berbagai sumber modal.

3)          
Menghindari duplikasi dari proyek lain
yang tidak perlu.

4)          
Untuk dapat menjamin bahwa modal yang
dipinjamkan dapat dibayar kembali oleh proyek sesuai pada waktunya, sehingga
modal tidak hilang.

 

4.   
Konsep
Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan
berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan
sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.
Pembangunan berkelanjutan artinya memperhatikan dan mempertimbangkan dimensi
lingkungan hidup untuk memperbaiki kerusakan lingkungan hidup. Pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan Prinsip-Prinsip
Pembangunan Berkelanjutan yakni Sumber daya alam dimanfaatkan untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan tetap memperhatikan kelestarian
fungsi lingkungan hidunya. Dengan demikian, sumber daya alam memiliki peran ganda,
yaitu sebagai modal pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus sebagai penopang sistem
kehidupan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

K. Wardiyatmoko.
2013. Geografi untuk Kelas XI. Jakarta:
Erlangga.

Kasman. 2020. Modul Pembelajaran SMA Geografi Kelas XI.
Jakarta: Kemendikbud

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *