BAB II IMAN KEPADA ALLAH

 

BAB II

IMAN KEPADA KITAB ALLAH

{AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP }

Sejak Nabi Adam as. sampai Nabi Muhammad saw., para rasul
datang untuk menyampaikan ajaran Allah Swt. kepada umat-Nya. Sebagai manusia
biasa, para rasul juga pasti akan menemui ajalnya, yaitu meninggal dunia.
Sepeninggal rasul-rasul itu, kehidupan umat manusia mengalami pergeseran dan
ada yang mulai meninggalkan ajarannya. Saat itulah kehidupan mulai kacau karena
tanpa pedoman sebagaimana telah dibawa oleh rasul. Dengan diturunkannya kitab
suci, umat manusia kembali memiliki pedoman hidup.

 Al-Qur’ān
adalah
kitab suci umat Islam yang diwahyukan oleh Allah Swt. melalui

 Malaikat
Jibril secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw.
Al-Qur’ān merupakan kitab suci terakhir yang diwahyukan dan merupakan
penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Isi kitab suci
al-Qur’ān mencakup seluruh inti wahyu yang telah

 diturunkan
kepada para nabi dan rasul sebelumnya.
Al-Qur’ān
adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terbesar dan abadi di antara
mukjizat-mukjizat lainnya. Oleh

 karena
itu,
al-Qur’ān idealnya menjadi
pedoman sekaligus menjadi dasar hukum bagi kehidupan seluruh umat manusia dalam
mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

 Rasulullah saw. menegaskan bahwa manusia tidak tersesat
dalam menjalani

hidupnya selama berpegang teguh pada al-Qur’ān dan hadis.

 

 

Artinya:
“Kutinggalkan untukmu dua perkara
(pusaka), kalian tidak akan tersesat

selama berpegang teguh kepada keduanya,
yaitu (al-Qur’ān) dan sunnah rasul-Nya.”
(H.R.
Hakim)

(Rasulullah
saw. menegaskan: janganlah kau jadikan rumahmu itu kuburan, tetapi hiasilah
rumahmu dengan bacaan-bacaan al-Qur’ān)

 

TADABBUR DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR

Dalam hadis yang bersumber dari Hudzaifah bin Yaman,
Rasulullah saw. meramalkan kelak pada suatu masa akan terjadi perpecahan dan
perselisihan sepeninggal beliau. Hudzaifah berkata, Aku bertanya kepada
Rasulullah: Wahai Rasulullah, apa yang paduka perintahkan kepadaku jika aku
menjumpai hal itu? Beliau menjawab, “Pelajarilah kitab Allah dan amalkan,
karena itu solusinya.” Lalu aku mengulang pertanyaan itu 3x, dan Rasul juga menjawab
3x: “Pelajarilah kitab Allah dan amalkanlah, karena itu kunci keselamatan.”

 

Kritisi
perilaku berikut ini, kemudian berikan tanggapanmu dengan beberapa sudut
pandang (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya)!

         
Pada bulan suci Ramaḍan, hampir di seluruh masjid dan muṡalla terdengar suara lantunan al-Qur’ᾱn, tidak terkecuali di
rumah-rumah orang Islam. Sungguh pengalaman yang sangat menakjubkan. Akan
tetapi, setelah selesai Ramadhan, selesai pula tradisi tersebut. Mengapa, ya?
Padahal Rasulullah saw. menegaskan bahwa: “Sebaik-baik
kamu adalah orang yang belajar al-Qur’ᾱn
dan mengamalkannya.”

         
Dalam kehidupan sehari-hari masih
kita rasakan banyaknya problem kehidupan yang sulit diatasi. Berbagai macam
penyakit timbul seolah-olah tanpa diketahui cara pengobatannya. Bencana yang
terjadi tidak disangka-sangka, tawuran antarwarga, tawuran antarpelajar, dan
lain sebagainya. Semua itu merupakan dampak perilaku manusia yang sudah
meninggalkan al-Qur’ᾱn. Mengapa hal
ini terjadi?

 

         
Perlu disadari, bahwa membaca dan
mempelajari al-Qur’ᾱn akan
meminimalisir kegelisahan batin, bahkan gangguan jiwa yang erat kaitannya
dengan penyakit jasmani. Memperbanyak membaca dan mempelajari al-Qur’ᾱn akan meningkatkan kewaspadaan
diri dan termotivasi untuk selalu taat kepada Allah Swt. dan rasul-Nya. Dengan
banyak mengkaji dan mengamalkan isi al-Qur’ᾱn,
kehidupan akan menjadi aman, tenteram, damai, sejahtera, selamat dunia dan
akhirat serta mendapat riḍā Allah
swt. Betulkah demikian adanya?

 Kegiatan
siswa

 Tanggapi
tiga peristiwa di atas di lembar kerja atau kertas folio, dengan menyertakan
alasan-alasan serta dokumen yang memperkuat.

  A. Pentingnya Mengimani
Kitab-Kitab Allah Swt.

 Iman kepada kitab Allah Swt. artinya meyakini sepenuh
hati bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada nabi atau rasul yang berisi
wahyu untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Di dalam
al-Qur’ān disebutkan bahwa ada 4 kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada
para nabi-Nya, yaitu;
Taurāt
diturunkan kepada Nabi Musa as.,
Zabūr kepada
Nabi Daud as.,
Inj³l kepada Nabi Isa
as., dan
al-Qur’ān kepada Nabi
Muhammad saw.

Firman
Allah Swt.:

 

 Artinya: “Dan Kami
telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad)
dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan
sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang
diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…” (Q.S. al-Māidah/5: 48)

Kitab-kitab
yang dimaksud pada ayat di atas adalah kitab yang berisi peraturan, ketentuan,
perintah, dan larangan yang dijadikan pedoman bagi umat manusia. Kitab-kitab
Allah Swt. tersebut diturunkan pada masa yang berlainan. Semua kitab tersebut
berisi ajaran pokok yang sama, yaitu ajaran meng-esa-kan Allah (tauh³d).
Yang berbeda hanyalah dalam hal syariat yang disesuaikan dengan zaman dan
keadaan umat pada waktu itu.

 Jelaskan
pesan-pesan yang terkandung dalam ayat yang kamu temukan tersebut!

 

               Pengertian
Kitab dan Ṡuḥuf

Kitab dan ṡuḥuf
merupakan wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk disampaikan
kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Perbedaan antara kitab dan ṡuḥuf bisa dilihat pada tabel berikut.

 

 

Ṡuḥuf

 

Kitab

 

 

 

 

1.

Wahyu
Allah Swt. yang

1.

Wahyu
Allah Swt. yang

 

disampaikan
kepada para

 

disampaikan
kepada para rasul

 

rasul,
tetapi masih berupa

 

sudah
berbentuk buku/kitab.

 

“lembaran-lembaran”
yang

2.

Isi
kitab lebsih lengkap jika

 

terpisah.

 

dibandingkan
dengan isi ṡuḥuf.

2.

Isi
ṡuḥuf sangat simpel.

 

 

 

 

 

 

 Di
dalam
al-Qur’ān disebutkan adanya ṡuḥuf yang dimiliki Nabi Musa as. dan

 Nabi
Ibrahim as. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini:

 

Artinya: “Sesungguhnya
ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu)
ṡuḥuf-ṡuḥuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa.” (Q.S. al-A’lā/87:
19
)

 

Kitab-Kitab Allah Swt. dan Para Penerimanya

Kitab
Taurāt

Kata taurat
berasal dari bahasa Ibrani (thora:
instruksi). Kitab Taurāt adalah salah
satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk menjadi
petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil. Firman Allah Swt:

 

Artinya: “Dan Kami
berikan kepada Musa, Kitab (Taurāt) dan Kami jadikannya
petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman),
“Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku.” (Q.S. al-Isrā’/17: 2)

  Taurāt
merupakan
salah satu dari tiga komponen (Thora, Nab³n, dan Khetub³n) yang
terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang
belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old
Testament
(Perjanjian Lama).

 

Isi pokok Kitab Taurāt
dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten
Commandements
) atau Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di atas
Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi asas-asas keyakinan
(akidah) dan asas-asas kebaktian (syar³’ah),
seperti berikut.

 

1.     
Hormati dan cintai Allah satu saja,

 

2.     
Sebutkan nama Allah dengan hormat,

 

3.     
Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu),

 

4.     
Hormati ibu bapakmu,

 

5.     
Jangan membunuh,

 

6.     
Jangan berbuat cabul,

 

7.     
Jangan mencuri,

 

8.     
Jangan berdusta,

 

9.     
Jangan ingin berbuat cabul,

 

10.  Jangan ingin memiliki
barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

  

2.Kitab Zabūr

Kata zabur
(bentuk jamaknya zubūr) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti
menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabūr dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmūr (jamaknya mazāmir), dan
dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu nyanyian rohani yang
dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmūr,
yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’ān
(selain Taurāt dan Inj³l ).

Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra,
yang berarti “lagu atau musik”,

zamir (lagu)
dan mizmor (mazmur), merupakan Sumber:
Dok. Kemdikbud
pengembangan
dari kata zamar, artinya “nyanyi

nyanyian
pujian”. Zabūr adalah kitab suci yang
diturunkan kepada Nabi Daud as.
diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama
Nabi Daud as.

 Ayat
yang menegaskan keberadaan Kitab
Zabūr
antara lain:

 

 Artinya: “Sesungguhnya
Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada
Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim,
Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman.
Dan Kami telah memberikan Kitab Zabūr kepada Daud.” (Q.S. an-Nisā’/4: 163)

 

Kitab Zabūr
berisi kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Ada 150 surah dalam Kitab Zabūr yang tidak mengandung hukum-hukum,
tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah
Swt.Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as.dalam
Kitab Zabūr terdiri atas lima macam:

 

1.     
nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),

 

2.     
nyanyian perorangan sebagai
ucapan syukur,

 

3.     
ratapan-ratapan jamaah,

 

4.     
ratapan dan doa individu, dan

 

5.     
nyanyian untuk raja.

 Nyanyian
pujian dalam Kitab
Zabūr (Mazmur: 146) antara lain:

        1.     
Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai
jiwaku, pujilah Tuhan.

2.     
Maka aku akan memuji Tuhan.
seumur hidupku, dan aku akan nyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.

3.     
Janganlah kamu percaya pada
raja-raja atau anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.

4.     
Maka putuslah nyawanya dan
kembalilah ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya
upayanya.

5.     
Maka berbahagialah orang yang
memperoleh Ya’qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.

6.     
Yang menjadikan langit, bumi dan
laut serta segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.

       7. Yang membela orang yang teraniaya dan yang memberi makan orang yang
lapar. Bahwa Tuhan                 membuka 

        
           
 

3. Kitab Inj³l

Kitab Inj³l
diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Inj³l yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata,
yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula
penjelasan, bahwa di dalam Kitab Inj³l
terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan
penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.Kitab Inj³l diturunkan kepada Nabi Isa

 

3. Nabi
Isa as.



as.
sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Inj³l sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya
atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis
dalam Q.S. al-Ḥad³d /57: 27.

 

Artinya: “Kemudian
Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka
dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Inj³l
kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang
yang mengikutinya….” (Q.S. al-Ḥad³d/57: 27)

 

4. Kitab
Al-Qur’an

Al-Qur’ān
diturunkan
Allah Swt. kepada Nabi Muhammad
saw. melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān
diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur. Waktu turun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun
atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236
ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf.

 

Hanya saja Inj³l
pun senasib dengan Taurāt , yakni
sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia.
Kitab Inj³l yang sekarang memuat
tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as. Kitab
ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya
(Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya
Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Inj³l versi Barnaba. Isi dari Inj³l Barnaba ini sangat berbeda dengn
isi Kitab Inj³l empat macam yang
tersebut di atas.

 

Wahyu yang
terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun
pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10
Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji
perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw.
wafat.

 Al-Qur’ān
yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan
melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’ān merupakan kitab suci
terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena
itu, sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama sekali. Firman Allah
Swt.:

 

 

Artinya:
“Kitab (al-Qur’ān) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi 
mereka yang bertakwa.” (Q.S. al-Baqarah/2: 2)

  

kEISTIMEWAAN BAGI PENGHAFAL  AL-QUR’AN

 

Diriwayatkan bahwa Allah Swt. akan memberikan
keistimewaan kepada para penghafal al-Qur’ān
dan orang tuanya. Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari kiamat nanti, al-Qur’ān akan menemui penghafalnya
ketika keluar dari kuburnya. Al-Qur’ān
akan berwujud seorang yang ramping. Ia akan bertanya pada penghafalnya, “Apakah
Anda mengenalku?” Maka, penghafal itu menjawab “Tidak, saya tidak mengenal
Anda.”

 

Al-Qur’ān
berkata,
“Saya adalah kawanmu, al-Qur’ān yang
membuatmu kehausan di tengah hari.
Sesungguhnya, setiap pedagang akan mendapatkan keuntungan. Dan Anda pada hari
ini mendapatkan keuntungan.”

 Kemudian, penghafal itu diberi kekuasaan di tangan
kanannya dan diberi kekekalan di tangan kirinya, serta dipasang mahkota di atas
kepalanya. Tidak hanya itu, orang tua penghafal itu juga mendapatkan
keistimewaan. Mereka diberikan dua pakaian baru yang bagus dan harganya tidak
dapat dibayar oleh penghuni dunia.

 Kedua orang tua penghafal itu kemudian bertanya, “Kenapa
kami diberikan pakaian seperti ini?’

 Kemudian, mereka mendapat jawaban dari Allah Swt.,
“Karena anakmu telah menghafal
al-Qur’ān.”

 Kemudian, kepada penghafal al-Qur’ān tadi diperintahkan, “Bacalah dan naiklah ke
tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya!” Maka, ia pun naik sambil membaca 
bacaan
al-Qur’ān.

 (Diambil dari 365 Kisah Teladan
Islam satu kisah selama setahun, Ariany Syurfah)

  

5. Nama-Nama
Lain al-Qur’ān

 Nama-nama
lain dari
al-Qur’ān, yaitu:

 1.   
Al-Hudā,
artinya al-Qur’ān sebagai petunjuk seluruh umat
manusia.

 2.   
Al-Furqān, artinya al-Qur’ān sebagai pembeda antara yang baik dan buruk.

 3.   
Asy-Syifā’,
artinya al-Qur’ān sebagai penawar (obat penenang
hati).

 4.   
Aż-Żikr,
artinya al-Qur’ān sebagai peringatan adanya ancaman
dan balasan.

 5.   
Al-Kitāb,
artinya al-Qur’ān adalah firman Allah Swt. yang
dibukukan.

 

Isi
al-Qur’ān

Adapun
isi pokok al-Qur’ān adalah seperti
berikut.

 1.   
Aq³dah
atau
keimanan.

2.   
Ibādah, baik ‘ibādah maḥḍah
maupun gairu maḥḍah.

3.   
Akhlaq
seorang
hamba kepada Khāliq, kepada sesama
manusia dan alam sekitarnya.

4.   
Mu’āmalah,
yaitu
hubungan manusia dengan sesama manusia.

5.   
Qiṡṡah,
yaitu
cerita nabi dan rasul, orang-orang saleh, dan orang-orang yang ingkar.

6.   
Semangat mengembangkan ilmu
pengetahuan

Kegiatan
siswa

           Carilah ayat-ayat al-Qur’ān yang mengandung penjelasan
tentang aq³dah, ‘ibādah, akhlak, mu’āmalah,
dan qiṡṡah!

 Jelaskan pesan yang terkandung
pada ayat yang menjelaskan aq³dah, ‘ibādah, akhlak, mu’āmalah, dan qiṡṡah!

 7. Keistimewaan
al-Qur’ān

 Kita sebagai umat Islam wajib mengimani dan mempercayai
isi
al-Qur’ān karena al-Qur’ān merupakan pedoman hidup umat
manusia, terlebih lagi pedoman hidup umat Islam. Apabila kita tidak mengimani
dan mengamalkannya, kita termasuk orang-orang yang ingkar (kafir).

Cara
mengamalkan isi al-Qur’ān adalah
dengan mempelajari cara belajar membaca (mengaji) baik melalui iqra’, qiraati, atau yang lainnya. Kemudian, mempelajari artinya,
menganalisis isinya, dan langsung mengamalkannya.

Adapun keistimewaan kitab suci al-Qur’ān adalah sebagai berikut.

1.   
Sebagai petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan bertakwa

2.   
Sebagai informasi kepada setiap
umat bahwa nabi dan rasul terdahulu mempunyai syariat (aturan) dan caranya
masing-masing dalam menyembah Allah Swt.

3.   
Al-Qur’ān
sebagai
kitab suci terakhir dan terjamin keasliannya.

4.   
Al-Qur’ān
tidak
dapat tertandingi oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya.

5.   
Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan ibadah.

 

APLIKASI PERILAKU MULIA TEHADAP AL-QUR’AN

Bagi
orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt., ia akan melakukan perilaku
mulia sebagai berikut.

a.   
Meyakini bahwa kitab-kitab suci
sebelum al-Qur’ān datang dari Allah
Swt., tetapi akhirnya tidak murni lagi sebab dicampuradukkan dengan ide-ide
manusia di zamannya.

b.                       
Al-Qur’ān
sudah
dijaga kemurniannya oleh Allah Swt. sampai sekarang. Umat Islam juga sebagai penjaganya. Menjaga kemurnian al-Qur’ān adalah tugas kita sebagai
muslim. Salah satu cara menjaga al-Qur’ān
adalah dengan berusaha menghormati, memuliakan, dan menjunjung tinggi kitab
suci al-Qur’ān.

c.   
Menjadikan al-Qur’ān sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dan tidak sekali-kali
berpedoman kepada selain al-Qur’ān.

d.   
Berusaha untuk membaca al-Qur’ān dalam segala kesempatan di
kala suka maupun duka, kemudian belajar memahami arti dan isinya.

e.   
Berusaha untuk mengamalkan isi al-Qur’ān di dalam kehidupan
sehari-hari, baik di waktu sempit maupun di waktu lapang.



Rangkuman

1.   Umat Islam wajib mengimani
kitab-kitab Allah Swt, baik al-Qur’ān
maupun kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurāt,
Zabūr, dan Inj³l .

2.   Kitab Taurāt diturunkan kepada Nabi Musa as. berisi tentang sepuluh
perintah, yaitu: meng-esa-kan Allah,
larangan menyebut nama Allah dengan main-main, memuliakan hari Sabtu,
menghormati kedua orang tua, larangan mencuri, larangan membunuh manusia,
larangan berbuat syirik, larangan melakukan zina, larangan menjadi saksi palsu,
larangan memiliki keinginan atas hak orang lain.

 3.     
Kitab Zabūr diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Daud as. berisi tentang
zikir, nasihat dan hikmah, tidak memuat syariat karena diperintahkan oleh Allah
Swt. untuk mengikuti syariat Nabi Musa as.

 4.     
Kitab Inj³l diturunkan kepada Nabi Isa as. memuat perintah agar manusia
meng-esa-kan Allah Swt. dan tidak
menyekutukan-Nya, juga menjelaskan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang
terakhir, yaitu Ahmad atau Muhammad.

 5.     
Al-Qur’ān
adalah
kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’ān terdiri atas 30 juz, 114 surat
dan kurang lebih 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf. Turunnya al-Qur’ān disebut Nuzulul Qur’ān.

 6.     
Di antara keutamaan al-Qur’ān adalah tersedia pahala bagi
pembacanya.

 

 

 

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *