PELAYARAN ORANG EROPA KE NUSANTARA ( BELANDA )

PELAYARAN ORANG EROPA KE NUSANTARA ( BELANDA )

Loading

KONDISI BELANDA PADA AWAL PENJELAJAHAN

Belanda merupakan negara yang termasuk akhir datang di Nusantara. Belanda tercatat masuk kepulauan nusantara tahun 1596 di Banten. Sedangkan Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511. Spanyol baru masuk Maluku pada tahun 1521. Kedatangan Belanda yang lebih terakhir di karenakan pada abad ke 16 belanda masih menjadi vasal (Provinsi) dari Kerajaan Spanyol. Baru pada tahun 1581 Republik Belanda/Tujuh Provinsi berdiri namun tidak diakui oleh Spanyol. Baru pada 30 Januri 1648 terjadi perjanjian Munster yang mengakhiri perang Spanyol-Belanda dan Belanda di akui oleh Spanyol.  

FAKTOR PENDORONG PENJEJELAHAN BELANDA

Faktor pendorong penjelajahan Belanda ke dunia timur tidak sama dengan penjelajahan Portugis dan Spanyol yang selain ekonomi juga terdapat motif agama. Penjelajahan Belanda hanya memiliki motif ekonomi, sedangkan agama tidak menjadi motif utama. Berikut akan dipaparkan Faktor pendorong penjelajahan Belanda. Pertama Modal, Pelayaran ke Nusantara membutuhkan biaya yang mahal dan berisiko. Tetapi sejak Belgia (Brugge) pelabuhan yang menjadi penyalur komoditas dari italia dikuasai Spanyol. Banyak Pengusaha-pengusaha lebih memilih tinggal di Belanda. Hal ini menjadikan Modal besar tidak menjadi masalah dalam proses penjelajahan. Kedua, Teknologi maritim, Pelabuhan-pelabuhan Belanda berhasil membangun kapal-kapal pengangkut gandum. Selain itu Belanda juga melakukan inovasi terhadap Kapal-kapal Portugis (Caravel) menjadi kapal layar yang lebih kecil dan lebih baik, Hal ini mampu membuat para pengusaha mampu mengorganisir pelayaran lintas samudra dengan lebih baik. Ketiga, Terputusnya pelabuhan tempat membeli rempa-rempah. Sebelumnya orang Belanda melakukan perdagangan di Pelabuhan Lisabon Portugis. Akan tetapi pada tahun 1580 Spanyol berhasil memasukkan Portugis ke wilayah Spanyol. Hal ini berdampak terhadap terputusnya perdagangan Belanda karena pada saat itu portugis yang dijadikan tempat perdagangan Belanda ditundukkan oleh Spanyol yang sedang berperang melawan Belanda dalam perang 80 Tahun. Faktor-faktor tersebut kemudian membuat para pengusaha Belanda melakukan pelayaran ke dunia timur. Berbeda dengan Portugis dan Spanyol ekonomi dan politik dilakukan oleh para Aristokrat. Sedangkan Belanda Ekonomi dilakukan oleh Kaum Borjuis dan politik dilakukan oleh Kalangan Aristokrat

RUTE PELAYARAN BELANDA

Pada tahun 1594 M Willem Barents melakukan percobaan dengan melakukan pelayaran ke Utara melalui Kutub Utara. Percobaan Barents dilakukan karena keyakinannya tentang bumi bulat. Akan tetapi percobaan nya mengalami kekagagalan. Kapalnya terjepit es kemudian Barents kembali ke negerinya akan tetapi didalam perjalanan Barents meninggal.            

Kemudian pada tahun 1595 pelaut belanda bernama Cornelius de Houtman dan Pieter de Keyser memulai pelayaran. Sebanyak 4 Kapal dengan 249 Awak kapal dan 64 buah Pucuk meriam melakukan pelayaran ke Hindia. Cornelius de Houtman mengikuti jalur pelayaran Portugis dan sampai di Banten tahun 1596. Ambisi Cornelius De Houtman terhadap monopoli perdagangan membuat ia tidak diterima oleh penguasa dan rakyat Banten. Cornelius de Houtman berserta armadanya diusir untuk meninggalkan Banten dan kembali ke Belanda. Kemudian pelayaran Belanda berikutnya dipimpin oleh Van Heemskerck. Armadanya sampai di Nusantara pada tahun 1958 M. Belajar dari kasus Cornelius de Houtman,  Van Heemskerck lebih berhati-hati dalam melakukan perdagangan. Setelah berdagang di Banten orang-orang belanda kemudian meneruskan perjalanan ke timur yaitu Tuban. Setelah dari Tuban perjalanan dilanjutkan ke Maluku pada tahun 1599 M dengan dipimpin oleh Jacob Van Neck. Kedatangan Belanda di Maluku diterima dengan baik oleh rakyat Maluku. Karena pada saat bersamaan Maluku sedang mengalami konflik dengan Portugis

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *