Pengertian Inflasi
Setelah kalian memahami indeks harga, materi selanjutnya yang akan dipelajari adalah inflasi. Indeks harga merupakan indikator yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat inflasi. Untuk memahami materi inflasi, amati gambar di bawah ini!

Apa yang dapat kalian simpulkan dari gambar tersebut? Pernahkah kalian mengalami kondisi seperti itu? Seiring bertambahnya waktu, jumlah barang dan jasa yang dibeli dengan uang tertentu semakin berkurang. Kondisi tersebut merupakan sebuah fenomena yang disebut dengan inflasi.
Menurut Badan Pusat Statistik (www.bps.go.id), inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus di dalam suatu perekonomian. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.
Secara umum kondisi inflasi terjadi jika:
a. Terjadi kenaikan harga
Ketika harga mengalami kenaikan, maka akan mengakibatkan jumlah peredaran uang naik, jumlah peredaran uang yang semakin naik, akan mengakibatkan berkurangnya nilai uang.
b. Bersifat umum
Maksudnya adalah kenaikan harga terjadi pada semua barang. Apabila kenaikan harga terjadi hanya pada satu atau dua jenis barang itu belum termasuk inflasi. Dengan kata lain, inflasi harus menggambarkan kenaikan harga sejumlah besar barang dan jasa yang dipergunakan atau dikonsumsi dalam suatu perekonomian.
c. Berlangsung secara terus-menerus
Kenaikan yang bersifat umum belum akan menimbulkan inflasi, jika terjadinya hanya sesaat. Oleh karena itu, perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. Sebab, dalam sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga bersifat umum dan terus menerus atau tidak. Apabila kenaikan harganya hanya rentang harian, belum termasuk kategori inflasi.
Penyebab Inflasi
Terdapat dua penyebab inflasi, yaitu:
a. Tarikan permintaan (Demand pull inflation)

Inflasi ini disebabkan karena adanya tarikan permintaan barang dan jasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas produksi.
Dengan kata lain, penawaran barang lebih sedikit dibandingkan dengan permintaannya yang pada akhirnya menjadikan harga semakin tinggi. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang harihari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru)
b. Kenaikan biaya (Cost push inflation)

Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi. Misalnya disebabkan adanya kenaikan bahan bakar ataupun kenaikan upah tenaga kerja. Selain itu, faktor yang menyebabkan terjadinya cost push inflation yaitu depresiasi nilai tukar, adanya peningkatan hargaharga komoditas yang diatur oleh pemerintah, dan terjadinya kekurangan stok akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.
Jenis-jenis Inflasi
Jenis-jenis inflasi disajikan dalam bagan berikut ini:

Adapun
penjelasan bagan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan penyebabnya terdapat dua jenis
inflasi, yaitu:
1. Tarikan permintaan (demand pull inflation)
2. Kenaikan biaya produksi (cost push inflation)
b. Berdasarkan tingkat keparahan, inflasi dapat
digolongkan sebagai berikut:
1. Inflasi ringan (di bawah 10%)
2. Inflasi sedang (antara 10% s.d. 30%)
3. Inflasi berat (antara 30% s.d. 100%)
4. hiperinflasi (di atas 100%)
c. Berdasarkan asalnya, inflasi terdiri dari:
1.Inflasi domestik
atau inflasi dalam negeri (domestic inflation).
Jenis inflasi ini dapat terjadi karena defisitnya
anggaran belanja negara yang diatasi dengan mencetak uang baru. Ketika
pemerintah mencetak uang baru, maka akan mengakibatkan jumlah peredaran uang
naik sehingga nilai uang menjadi semakin tuunr.
2. Inflasi luar negeri (import inflation).
Jenis inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang
impor, karena adanya kenaikan harga di negara asal barang tersebut diproduksi.
Menghitung Inflasi
Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk
menghitung laju inflasi adalah dengan menggunakan indeks harga konsumen (IHK).
Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung laju inflasi yaitu:
Laju Inflasi = | (IHKn-IHKo) | × 100 |
HKo |
Keterangan:
IHKn = Indeks harga pada tahun yang ditanyakan
IHKo = Indeks harga pada tahun sebelumnya
Dampak Inflasi
Perekonomian suatu negara pada dasarnya masih
membutuhkan inflasi dalam tingkat yang wajar sebagai upaya untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi. Tingkat inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat
bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh sebab itu, inflasi sangat penting
untuk dikendalikan sebab tingkat inflasi yang tinggi dan berlebihan akan
memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan dapat merusak perekonomian suatu
negara dalam jangka panjang. Adapun dampak inflasi secara umum diantaranya:
a. Turunnya nilai mata uang,
b. Turunnya pendapatan riil masyarakat sehingga
standar hidup masyarakat juga mengalami penurunan,
c. Ketidakpastian bagi pelaku usaha,
d. Menyulitkan keputusan masyarakat dalam
melakukan konsumsi, produksi, dan distribusi sehingga menghambat pertumbuhan
ekonomi.
e. Selain memberikan dampak umum, inflasi juga
bisa memberikan dampak khusus. Pada tingkat inflasi tinggi, inflasi akan
memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi perekonomian. Namun pada tingkat
inflasi tertentu, inflasi dapat menguntungkan beberapa pihak dengan syarat
tingkat inflasi berada pada kategori ringan. Adapun pihak yang bisa diuntungkan
maupun dirugikan oleh inflasi antara lain:
·
Penabung
·
Pemberi pinjaman (kreditur)
·
Pemilik pendapatan tetap
·
Produsen
Cara Mengatasi Inflasi
Terdapat beberapa kebijakan yang diambil pemerintah
untuk mengatasi inflasi, diantaranya yaitu:
a. Kebijakan moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dikeluarkan
oleh pemerintah untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar dan daya beli uang.
Kebijakan moneter yang dapat digunakan untuk mengatasi atau mengendalikan laju
inflasi yang semakin tinggi adalah dengan pengurangan jumlah uang yang beredar
di masyarakat.
Adapun kebijakan moneter yang bisa diterapkan yaitu:
1) Menaikan tingkat suku bunga
2) Menjual surat berharga
3) Menaikan cadangan kas (GWM)
4) Pemberlakuan kredit ketat
5) Moral suasion
b. Kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dikeluarkan
oleh pemerintah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran anggaran
pemerintah. Kebijakan fiskal yang dapat digunakan untuk mengatasi dan
mengendalikan laju inflasi yang semakin tinggi adalah dengan cara meningkatkan
tarif pajak dan mengurangi pengeluaran atau anggaran pemerintah.
c. Kebijakan lainnya
Dalam mengatasi atau mengendalikan laju inflasi, tidak
hanya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang dapat digunakan oleh
pemerintah, tapi juga bisa menerapkan kebijakan yang lain. Berikut adalah
kebijakan lainnya yang dapat digunakan:
1) Meningkatkan produksi atau menambah jumlah
barang di pasar.
2) Memberlakukan kebijakan penetapan harga
tertinggi untuk jenis barang tertentu.
