PROGRAM KERJA EKSTRAKURIKULER SENI TARI SMAS SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN AJARAN 2026-2027

PROGRAM KERJA EKSTRAKURIKULER SENI TARI SMAS SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN AJARAN 2026-2027

Loading

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

       Pendidikan merupakan proses yang tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

       Salah satu bidang yang memiliki peranan penting dalam pengembangan kreativitas, kepekaan rasa, apresiasi, dan karakter peserta didik adalah seni. Pendidikan seni memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berekspresi, berkreasi, bekerja sama, menghargai budaya, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

       Seni tari merupakan salah satu bentuk seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media utama untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan nilai-nilai tertentu. Melalui kegiatan tari, peserta didik tidak hanya belajar melakukan gerakan, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, ketekunan, kerja sama, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta penghargaan terhadap budaya daerah dan budaya nasional.

       Dalam kegiatan tari, peserta didik dapat mengenal berbagai unsur dasar tari, antara lain wiraga, wirama, dan wirasa. Wiraga berkaitan dengan kemampuan dan ketepatan gerak tubuh, wirama berkaitan dengan kesesuaian gerak dengan irama atau musik pengiring, sedangkan wirasa berkaitan dengan penghayatan dan ekspresi dalam membawakan sebuah tarian.

       Kegiatan ekstrakurikuler seni tari juga menjadi salah satu sarana untuk melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman. Pengenalan tari tradisional kepada generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia. Selain itu, kegiatan tari kreasi dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja secara kelompok.

       Sejalan dengan hal tersebut, SMAS Syarif Hidayatullah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler seni tari sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas, keterampilan, serta apresiasi terhadap seni tari, baik tari tradisional maupun tari kreasi.

       Program kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi peserta didik sekaligus menjadi sarana untuk mempersiapkan peserta didik dalam berbagai kegiatan sekolah, pementasan seni, maupun perlombaan seni tari sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang tersedia.

2. Dasar Kegiatan

        Kegiatan ekstrakurikuler seni tari dilaksanakan berdasarkan :

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Kebijakan kurikulum yang berlaku pada jenjang pendidikan menengah;
  3. Program kerja SMAS Syarif Hidayatullah;
  4. Hasil rapat dan kebijakan sekolah terkait pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler;
  5. Kebutuhan pengembangan bakat, minat, kreativitas, dan karakter peserta didik di bidang seni tari.

3. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler seni tari bertujuan untuk :

  1. Mengembangkan bakat, minat, dan potensi peserta didik dalam bidang seni tari;
  2. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam melakukan gerak tari secara tepat, ritmis, dan ekspresif;
  3. Mengenalkan dan menanamkan kecintaan peserta didik terhadap seni dan budaya Indonesia;
  4. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengapresiasi dan mengekspresikan nilai-nilai seni melalui gerak tari;
  5. Mengembangkan kreativitas peserta didik melalui kegiatan tari tradisional dan tari kreasi;
  6. Menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, dan menghargai orang lain;
  7. Memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam mempersiapkan dan menampilkan karya seni tari;
  8. Mempersiapkan peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan pentas seni dan perlombaan tari sesuai dengan kemampuan serta kesempatan yang tersedia.

4. Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari adalah peserta didik kelas X, XI, dan XII SMAS Syarif Hidayatullah yang memiliki minat dan keinginan untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni tari.

Peserta didik mengikuti kegiatan berdasarkan minat, kemampuan, dan kesediaan untuk berlatih secara rutin. Kegiatan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok sesuai dengan kebutuhan materi dan bentuk pertunjukan.

5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

5.1. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan latihan ekstrakurikuler seni tari dilaksanakan setiap :

Hari          : Sabtu
Pukul        : 10.35-11.35 WIB

Pelaksanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan kalender pendidikan, agenda sekolah/bimbingan wali, kondisi peserta didik, serta kebutuhan persiapan pementasan atau perlombaan.

5.2. Tempat Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas Ekonomi SMAS Syarif Hidayatullah Grati

Apabila diperlukan, latihan dapat dilaksanakan di tempat lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan gerak dan pementasan, berdasarkan izin dari pihak sekolah.

BAB II

PROGRAM KEGIATAN

1. Bentuk dan Agenda Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler seni tari SMAS Syarif Hidayatullah meliputi pembelajaran dan latihan tari tradisional serta tari kreasi.

Tari tradisional dipilih sebagai salah satu materi utama karena memiliki nilai budaya dan dapat menjadi sarana pengenalan serta pelestarian kebudayaan Indonesia. Sementara itu, tari kreasi digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam mengolah gerak, musik, pola lantai, ekspresi, dan penyajian tari. Dalam kegiatan latihan, peserta didik diperkenalkan dengan tiga unsur utama dalam tari, yaitu :

  1. Wiraga, yaitu kemampuan melakukan gerakan tari dengan sikap tubuh, posisi, dan teknik gerak yang tepat;
  2. Wirama, yaitu kemampuan menyesuaikan gerakan dengan irama, tempo, dan ketukan musik pengiring;
  3. Wirasa, yaitu kemampuan menghayati dan mengekspresikan karakter atau suasana tarian melalui gerak dan ekspresi.

Adapun program latihan yang dilaksanakan meliputi :

  1. Pengenalan seni tari dan unsur-unsur dasar tari.
  2. Pemanasan dan olah tubuh.
  3. Latihan sikap tubuh dan koordinasi gerak.
  4. Latihan gerak dasar tangan.
  5. Latihan gerak dasar kaki.
  6. Latihan koordinasi gerak tangan dan kaki.
  7. Latihan pola lantai sederhana.
  8. Latihan gerak berdasarkan iringan musik.
  9. Latihan ekspresi dan penghayatan.
  10. Latihan tari tradisional.
  11. Latihan tari kreasi.
  12. Penyusunan dan pengembangan karya tari kreasi.
  13. Penghalusan gerakan, kekompakan, pola lantai, dan ekspresi.
  14. Latihan pementasan.
  15. Evaluasi hasil latihan dan penampilan.

Materi Tarian

Tarian yang direncanakan untuk dipelajari meliputi :

  1. Tari Saman;
  2. Tari Rampak sebagai materi pengayaan;
  3. Tari Kreasi sebagai karya kelompok peserta didik.

        Tari Saman adalah tarian tradisional khas dari suku Gayo di Aceh yang terkenal dengan gerakan cepat, serentak, dan kompak, umumnya tidak menggunakan alat musik. Tarian ini diakui secara global dan telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda di tahun 2011. Awalnya tari Saman berfungsi sebagai media dakwah penyebaran agama Islam di tanah Gayo. Syair-syair yang dilantunkan berisi pujian-pujian kepada Allah SWT (dzikir), sholawat, serta petuah kebajikan. Para penari membentuk formasi duduk rapat, melambangkan persatuan, kebersamaan, dan saf sholat berjamaah. Gerakan utamanya meliputi gerakan menggeleng, mengguncang badan, serta menepuk dada. Gerakan menepuk dada dengan satu tangan melmbangkan kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta. Keharmonisan gerakan dalam tarian ini mencerminkan nilai kedisiplinan, gotong royong, dan sopan santun.

        Tari Rampak (berasal dari bahasa Sunda yang berarti serempak atau bersama-sama) adalah tarian tradisional asal Jawa Barat atau Banten yang ditarikan secara serempak dengan gerakan dinamis dan kompak. Tarian ini menggambarkan anak-anak yang bermain menirukan prajurit berbaris atau berlatih perang. Nilai utama yang diajarkan adalah disiplin, kekompakan, keberanian, dan rasa percaya diri.

2. Pelatih/Pembina

Kegiatan ekstrakurikuler seni tari dibimbing oleh guru SMAS Syarif Hidayatullah yang ditunjuk sebagai pembina atau pendamping kegiatan ekstrakurikuler.

Pembina bertugas :

  1. Menyusun dan mengembangkan program latihan;
  2. Mengatur pelaksanaan kegiatan latihan;
  3. Membimbing peserta didik selama kegiatan;
  4. Mengembangkan kemampuan dasar tari peserta didik;
  5. Membantu peserta didik mempersiapkan penampilan atau perlombaan;
  6. Melakukan evaluasi perkembangan peserta didik;
  7. Berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait kegiatan ekstrakurikuler.

Apabila diperlukan, sekolah dapat menghadirkan pelatih atau narasumber dari luar yang memiliki kompetensi di bidang seni tari sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah.

3. Target Pencapaian

            Target kegiatan ekstrakurikuler seni tari, antara lain :

  1. Peserta didik mampu melakukan gerak dasar tari dengan baik;
  2. Peserta didik memahami unsur wiraga, wirama, dan wirasa;
  3. Peserta didik mampu mengikuti gerakan tari secara berkelompok dengan kompak;
  4. Peserta didik mampu membawakan Tari Saman sesuai materi yang diberikan;
  5. Peserta didik mengenal Tari Rampak sebagai salah satu materi pengayaan;
  6. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas melalui penciptaan tari kreasi sederhana;
  7. Peserta didik mampu menampilkan karya tari dalam kegiatan sekolah maupun kegiatan lain yang relevan;
  8. Terbentuk kelompok tari yang dapat mewakili sekolah dalam kegiatan seni atau perlombaan apabila terdapat kesempatan;
  9. Peserta didik menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan menghargai budaya.

4. Kebutuhan Kegiatan

Untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler seni tari, diperlukan beberapa sarana dan perlengkapan, antara lain :

  1. Speaker aktif;
  2. Perangkat pemutar musik/telepon seluler atau laptop;
  3. Kostum tari;
  4. Selendang atau properti tari sesuai kebutuhan;
  5. Tata rias atau perlengkapan make-up pertunjukan;
  6. Cermin apabila tersedia;
  7. Ruang latihan yang cukup aman dan nyaman;
  8. Perlengkapan pendukung lainnya sesuai kebutuhan pementasan.

Kostum tari merupakan salah satu bagian penting dalam pementasan. Untuk menghemat biaya, sekolah dan peserta didik dapat memanfaatkan kostum yang tersedia, melakukan modifikasi sederhana, atau membuat perlengkapan pendukung secara kreatif dengan tetap memperhatikan kesesuaian dengan karakter tarian.

Rincian kebutuhan dan anggaran kegiatan dapat dicantumkan pada Lampiran 1: Rencana Anggaran Biaya (RAB).

5. Materi dan Tahapan Latihan

A. Pemanasan dan Peregangan

            Setiap kegiatan latihan diawali dengan pemanasan dan peregangan ringan untuk mempersiapkan tubuh sebelum melakukan aktivitas gerak. Materi pemanasan meliputi :

  1. Kepala dan leher
  2. Bahu dan tangan
  3. Badan dan pinggang
  4. Pinggul
  5. Lutut
  6. Pergelangan kaki

            Pemanasan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik.

B. Olah Tubuh dan Gerak Dasar

            Peserta didik diberikan latihan dasar untuk meningkatkan koordinasi, keseimbangan, kelenturan, ketepatan gerak, dan kemampuan mengikuti irama. Materi meliputi :

  1. Langkah maju dan mundur
  2. Langkah ke kanan dan ke kiri
  3. Langkah dua ke samping
  4. Langkah tiga ke samping
  5. Langkah tiga ke depan
  6. Latihan perubahan arah
  7. Latihan koordinasi tangan dan kaki
  8. Latihan mengikuti ketukan atau irama musik

C. Latihan Gerak Tari Saman

            Peserta didik mempelajari gerak dasar dan rangkaian gerak Tari Saman sesuai materi yang telah dipilih oleh pembina. Latihan dilakukan secara bertahap mulai dari :

  1. Pengenalan gerak
  2. Pengulangan gerak
  3. Penggabungan beberapa gerak
  4. Latihan dengan musik
  5. Latihan pola lantai
  6. Penguatan ekspresi dan kekompakan
  7. Latihan penampilan secara utuh

D. Latihan Tari Rampak

            Peserta didik mempelajari gerak dasar dan rangkaian Tari Rampak sesuai materi yang digunakan oleh pembina. Latihan meliputi :

  1. Pengenalan karakter tarian
  2. Pengenalan gerak dasar
  3. Latihan gerak tangan dan kaki
  4. Latihan koordinasi gerak
  5. Latihan dengan iringan
  6. Latihan pola lantai
  7. Latihan berkelompok
  8. Penghayatan dan ekspresi
  9. Penghalusan gerak
  10. Latihan pementasan

E. Penciptaan Tari Kreasi

            Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas melalui penciptaan tari kreasi secara berkelompok. Tahapan penciptaan meliputi :

  1. Menentukan tema
  2. Menentukan musik atau iringan
  3. Menentukan ide gerak
  4. Mengembangkan gerak dasar
  5. Menyusun rangkaian gerak
  6. Menentukan pola lantai
  7. Menentukan pembagian peran
  8. Melakukan latihan
  9. Melakukan evaluasi
  10. Menampilkan karya tari

6. Metode Pelaksanaan

            Metode yang digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari antara lain :

  1. Demonstrasi, yaitu pembina memberikan contoh gerakan yang kemudian diikuti peserta didik;
  2. Latihan bertahap, yaitu gerakan diberikan dari yang sederhana menuju gerakan yang lebih kompleks;
  3. Latihan berulang, yaitu pengulangan gerak untuk meningkatkan daya ingat dan ketepatan gerakan;
  4. Latihan kelompok, yaitu peserta didik berlatih secara bersama-sama untuk meningkatkan kekompakan
  5. Kreasi, yaitu peserta didik diberi kesempatan mengembangkan gerakan dan karya tari;
  6. Evaluasi, yaitu pembina memberikan umpan balik terhadap teknik, kekompakan, irama, ekspresi, dan sikap peserta didik.

7. Evaluasi Kegiatan

            Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik. Aspek yang dinilai meliputi :

  1. Kehadiran dan kedisiplinan
  2. Penguasaan gerak
  3. Ketepatan mengikuti irama
  4. Kekompakan kelompok
  5. Kemampuan mengikuti pola lantai
  6. Ekspresi dan penghayatan
  7. Kreativitas
  8. Sikap tanggung jawab dan kerja sama
  9. Perkembangan kemampuan peserta didik dari waktu ke waktu

            Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan perbaikan program latihan dan persiapan pementasan.

8. Rencana Pelaksanaan Latihan

TahapKegiatanAlokasi Waktu
1Pembukaan dan pengecekan kehadiran5 menit
2Pemanasan dan peregangan10 menit
3Latihan teknik/gerak dasar15 menit
4Latihan materi tari20 menit
5Pengulangan dan evaluasi gerak5 menit
6Pendinginan dan penutup5 menit
Total60 menit

Rencana tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan materi dan kondisi peserta didik.

BAB III

PENUTUP

Program kerja ekstrakurikuler seni tari SMAS Syarif Hidayatullah disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengembangan bakat, minat, kreativitas, dan kemampuan peserta didik di bidang seni tari.

Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik tidak hanya mampu menguasai gerakan tari, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia.

Pelaksanaan program akan disesuaikan dengan kondisi sekolah, kemampuan peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana, serta agenda kegiatan sekolah. Evaluasi dilakukan secara berkala agar kegiatan ekstrakurikuler seni tari dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi peserta didik maupun sekolah.

Demikian program kerja ekstrakurikuler seni tari ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan di SMAS Syarif Hidayatullah. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan potensi peserta didik serta pelestarian seni dan budaya Indonesia.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *