Dalam Stoikiometri, Mol (n) adalah pusat semesta. Apapun yang diketahui di soal (massa, jumlah partikel, atau volume), harus ubah dulu jadi Mol.
1. Rumus Utama (The Big Three)
Jika Diketahui… | Mau Cari Mol (n)? | Rumus “Sakti” |
Massa (Gram) | Bagi dengan Massa Molar | |
Jumlah Partikel | Bagi dengan Bil. Avogadro | |
Volume Gas (STP) | Bagi dengan 22,4 | |
Notes: -Ar/Mr: Berat atom/molekul (bisa cek di Tabel Periodik).
-STP: Kondisi standar (0oC, 1 atm).
2. Trik “Perbandingan Koefisien” Ini adalah bagian yang paling sering bikin bingung, padahal logikanya simpel
banget. Kalau sudah tahu mol satu zat, bisa tahu mol zat lain dalam reaksi yang sama.
Rumus Cepat:
![]()
Contoh:
Kalau di resep 2H2 + O2 à 2H2O. Jika kamu punya 4 mol H2, berapa H2O
yang dihasilkan? Karena koefisiennya sama-sama 2, jadi jawabannya tetap 4 mol!
Analisis
Kasus (Logic Check)
Pertanyaan:
“Kenapa balon gas helium bisa terbang sedangkan balon yang ditiup mulut
manusia malah jatuh ke lantai?”
Analisis
Kimia:
Ini ada
hubungannya dengan Massa Molar (Mr).
·
Helium (He) punya Mr sekitar 4.
·
Udara (dominan Nitrogen N2
dan Oksigen O2) punya Mr rata-rata sekitar 29.
·
Karena Mr Helium jauh lebih kecil
(lebih ringan) daripada Mr udara di sekitarnya, maka Helium naik ke atas.
Stoikiometri membuktikan bahwa massa jenis gas berbanding lurus dengan massa
molarnya!
Tantangan:
“Rahasia Kue Mengembang”
Baking
soda (Natrium bikarbonat, NaHCO3) sering digunakan dalam pembuatan
kue. Saat dipanaskan, baking soda akan terurai dan menghasilkan gas karbon
dioksida (CO2) yang membuat adonan kue naik/mengembang.
Pertanyaan:
Jika
kamu memanaskan 16,8 gram NaHCO3, berapakah massa gas CO2
yang dihasilkan?
(Diketahui
Ar: Na = 23, H = 1, C = 12, O = 16)


