Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah

SEJARAH BERDIRINYA
SMA SYARIF HIDAYATULLAH GRATI

 


A. Latar Belakang

      Penulisan sebuah sejarah diharapkan dapat memberikan penjelasan dan pengetahuan yang autentik kepada orang – orang yang hidup pada masa kini dan masa yang akan datang. Karena jika perjalanan sejarah tidak didokumentasikan oleh para pelakunya, atau orang – orang yang hidup di masa itu, dikhawatirkan keakuratan kejadian menjadi berubah, sehingga dapat terjadi pembelokan fakta sejarah.

      Penulisan sejarah SMA Syarif Hidayatullah Grati ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi dan literasi faktual tentang sejarah berdirinya SMA Syarif Hidayatullah Grati. Yang menceritakan tetang sejarah perkembangan dan prestasi – prestasi yang mampu di raih, kisah jatuh bangunnya memperjuangkan berdiri tegaknya sekolah yang berlatar belakang ahlussunnah wal jamaah ini. Mengisahkan tentang keteladanan – keteladanan dan semangat berjuang para pendirinya.

      Tidak bisa dipungkiri peran aktif para kyai dalam mendorong berdirinya SMA Syarif Hidayatullah Grati ini sangatlah luar biasa. Kyai Haji Mas Alamil Huda Keboncandi dan Kyai Haji Abdus Syukur Karangjati, adalah dua tokoh yang berperan besar dibelakang berdirinya SMA Syarif Hidayatullah Grati. Semangat juang para pengurus yayasan, guru – guru dan siswa – siswi angkatan pertama diharapkan bisa menjadi teladan, dan semangat dalam menuntut ilmu.

B. Berdirinya SMA Syarif Hidayatullah Grati

      Berdirinya SMA Syarif Hidayatullah Grati diawali dengan berdirinya Madrasah Aliyah Ma’arif Grati pada Tahun 1988, yang didirikan oleh LP Ma’arif Cabang Kabupaten Pasuruan atas inisiatif bapak Rozil Ghofron, SH (Ketua LP Ma’arif Cabang Pasuruan) kala itu. Ditahun yang sama LP Ma’arif Cabang Kabupaten Pasuruan juga mendirikan MA Ma’arif Gondang Wetan, yang dalam perjalanannya berubah menjadi MA Ma’arif Al-Asyari Gondang Wetan.

      Seiring perjalanan waktu, Madrasah Aliyah Ma’arif Grati tidak mampu berkembang sebagaimana yang sudah disepakati oleh tiga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ ( MWC NU Grati, MWC NU Lekok, MWC NU Nguling ).  Hal ini disebabkan karena dalam perkembangannya MWC NU Nguling dan Lekok masing-masing mendirikan lembaga yang sama. Sehingga keberadaan Madrasah Aliyah Ma’arif Grati semakin kurang mendapat dukungan dari Madrasah Tsanawiyah dan SMP sekitar.

      Tahun 2000 Madrasah Aliyah Ma’arif Grati hijrah ke gedung pertemuan Desa Kedawung Wetan, setelah dua belas tahun lamanya kami menumpang di gedung sekolah milik MMP / MTs Darul ‘Ulum Ranuklindungan Grati. Akhirnya kami menumpang di Gedung milik Desa Kedawung Wetan tersebut. Dengan harapan bisa memperbaiki dan meningkatkan kwalitas MA Ma’arif Grati. Di tahun kepindahan itu pula ( atas perintah Kyai Mas Alamil Huda Kebon Candi ) kami berubah nama menjadi MA Al- Hidayah Grati dibawah naungan Yayasan Al- Hidayah Grati.

      Tiga Tahun berjuang dengan bendera MA Al-Hidayah bukanlah sesuatu yang mudah. Terbukti dengan semakin sedikitnya minat anak-anak lulusan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) ulusan Madrasah Tsanawiyah ( MTs )  untuk bersekolah di Madrasah Aliyah Al-Hidayah Grati. Dengan cara mencari murid dari pintu ke pintu, setiap tahunnya murid yang bisa kami jaring selalu kurang dari sepuluh orang.

      Melihat perkembangan kurang bagus ini, awal tahun 2003 berdasarkan hasil musyawarah dengan Kyai Mas Alamil Huda dan kesepakatan Pengurus Yayasan, kami bersepakat merubah Madrasah Aliyah Al-Hidayah menjadi SMA Syarif Hidayatullah Grati.

      Dengan penuh tantangan dan kesulitan kami mencoba mengurus ijin operasional baru dari dunia yang berbeda. Semula kami berada di bawah naungan Departemen Agama harus berjuang menembus birokrasi Dinas Pendidikan dengan segala keterbatasan yang kami miliki. Sampai akhirnya muncul ijin operasional dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur Nomer 421.3/452/108.08/2004 tanggal 15 September 2004.

C. Babak baru SMA Syarif Hidayatullah Grati

      Penerimaan siswa baru SMA Syarif Hidayatullah Grati tahun pelajaran 2003/2004 alhamdulillah sangat menggembirakan. Walaupun masih sedikit menggunakan cara lama dari pintu ke pintu, kami memperoleh 20 (duapuluh) siswa  baru. Dan di tahun pelajaran 2004/2005 kita memperoleh siswa sebanyak 28 siswa baru.

      Berdasarkan hak pinjam pakai tanah antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan ( yang difasilitasi oleh Wakil Bupati Pasuruan Bpk Muzammil Syafi’i ) dengan SMA Syarif Hidayatullah Grati, maka sejak tahun pelajaran 2007/2008 kami menempati gedung baru di Dusun Buntalan Desa Kedawung Wetan Kecamatan Grati. Kehidupan kami mulai berkembang, punya gedung baru berlantai dua, jumlah dan kesejahteraan guru meningkat, jumlah siswa meningkat sampai kami punya rombongan belajar Sembilan kelas.

      Tahun 2012 SMA Syarif Hidayatullah Grati diminta oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk relokasi, karena tanah yang di tempati oleh SMA Syarif Hidayatullah Grati akan ditempati pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia ( MAN IC ). Kami sempat kebingungan karena kami tidak memiliki tanah Yayasan dan kami juga belum punya dana untuk membeli tanah yayasan. Kami sudah berusaha untuk melobi pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan tapi nihil dan tidak mendapat perhatian apa-apa.

Di tengah-tengah kebingungan kami karena tidak mampu beli tanah, kami dibantu oleh Bapak H. Mukhamad Misbakhun, SE.MH anggota DPR RI dari Partai Golkar yang memberi kami bantuan uang Rp 300.000.000,00 ( tiga ratus juta rupiah ) untuk membeli tanah Yayasan. Dan syukur alhamdulillah akhirnya kami bisa membeli tanah seluas 3.500 m2 seharga Rp 310.000.000,00 di Dusun Krawan Desa Kedawung Wetan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Waktu itu kami berlima dengan sopir ( Prija Djatmika, Ngadiono, M. Aqib, penanggung jawab lahan ) segera menuju ke Jogjakarta untuk untuk melakukan transaksi pembelian atas tanah tersebut.

Senin 4 November 2013 ( 30 Dzulhijah 1434 H ) kami mulai peletakan batu pertama pembangunan gedung di lahan baru. Peletekan batu pertama tersebut dilakukan oleh KH. Nuqman Abdul Madjid selaku Pembina Yayasan, bapak Kyai M Aqib selaku Ketua Yayasan, Bapak Ngadiono selaku sekretaris Yayasan, dan Bapak Prija Djatmika selaku Kepala SMA Syarif Hidayatullah Grati. Dan kita secara resmi pindah ke kampus baru Jum’at 20 Maret 2015 ( 29 Jumadil Ula 1436 H ). Dan kami mulai peletakan batu pertama pembangunan Masjid Alamil Huda pada Senin 20 April 2015  ( 1 Rajab 1436 H )

Visi dan Misi SMA Syarif Hidayatullah Grati

    Visi

TERBENTUKNYA LULUSAN YANG BERKEPRIBADIAN ISLAMI, MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL

    Misi

  1. Membina Peserta Didik sehingga memiliki akhlaq mulia yang berwawasan Islam ahlusunnah wal jamaah.
  2. Membina Peserta Didik sehingga menjadi generasi Islam yang berkepribadian mandiri, berjiwa sosial tinggi, dan berguna di masyarakat lokal dan global.
  3. Mengembangkan ketrampilan untuk membekali ketrampilan hidup siswa.
  4. Meningkatkan sarana dan prasarana belajar untuk meningkatkan wawasan global.

Tujuan :

Berdasarkan Visi dan Misi sekolah maka tujuan yang hendak dicapai

      oleh SMA Syarif Hidayatullah Grati Pasuruan adalah sebagai berikut :

  1. Melaksanakan kegiatan keislaman di lingkungan sekolah bagi guru dan siswa yang berwawasan ahlusunnah wal jamaah
  2. Melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif, efisien dan menyenangkan sehingga diperoleh hasil (out put) dan out come yang kompetitif di bidang Ilmu Pengetahuan dan berakhlaq mulia.
  3. Tersedianya Tenaga Pendidik dan Tenaga kependidikan yang memenuhi standar yang ditetapkan, sebagai pendukung terciptanya Kegiatan Belajar Mengajar yang efektif, efisien, dan hasil yang optimal.
  4. Tersedianya sarana dan prasarana Kegiatan Belajar Mengajar yang memadai sehingga memiliki daya dukung yang optimal terhadap terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang efektif, efisien dan menyenangkan yang berwawasan global.
  5. Mengembangkan kegiatan ketrampilan bagi siswa yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari.

 

 E. Penutup

      Sejarah berdirinya SMA Syarif Hidayatullah Grati ini diharapkan dapat dijadikan bahan renungan bagi kita semua, bahwa mempertahankan eksistensi itu perlu perjuangan yang luar biasa.

      Semoga catatan kecil ini dapat dipakai sebagai acuan untuk perjuangan ke depan.

      Semoga Allah SWT senantiasa bersama perjuangan kita aaminn allahumma aamiin.