Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KLASIIKASI MAKHLUK HIDUP

                                              








foto+carolus+linnaeus&safe=strict&sxsrf=ALeKk02R4kevFaqHrw2YB9AIbim49fDAYg:1625193901233&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir





 KLASIFIKASI  MAKHLUK HIDUP

Diskripsi Materi 


Carolous Linneus adalah seorang ahli biologi yang di kenal sebagai bapak klasifikasi, tahukah kalian apa itu klasifikasi ? Klasifikasi makhluk hidup adalah salah satu cara pengelompokan makhluk hidup berdasarkan kesamaan dan ciri yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup. Adapun tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah mtmpermudah  mengenali,membandingkan dalam mempelajari suatu makhluk hidup.



Kompetensi Dasar   

 3.3 Memahami prinsip-prinsip klasifikasi makhluk hidup dalam lima kingdom

4.3 Menyajikan kladogram berdasarkan prinsip-prinsip klasifikasi makhluk hidup  



           Masih semangat kan belajar biologi ? Materi kita selanjutnya adalah Klasifikasi Makhluk Hidup. Tahukah anda apa itu klasifikasi ? Apa tujuannya dan mengapa harus ada klasifikasi pada maklhluk hidup ? Yuuk kita pelajari satu persatu.

A.      Definisi

suatu cara pengelompokan   yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu disebut dengan Klasifikasi.  suatu sistem klasifikasi digunakan oleh para ahli untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Selanjutnya setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Istilah klasifikasi pertama kali dikenalkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris, kemudian disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus.

      Sedangkan Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Yang mana golongan-golongan ini disusun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup ke dalam golongannya disebut taksonomi.

Menurut ilmu taksonomi cara dan prinsip  mengelompokkan makhluk hidup  adalah dengan membentuk takson. . Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri.  Cara menetukan takson yaitu dengan  jalan mencandra ( mengidentifikasi ) objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati. Kemudian, tiap-tiap takson tersebut ditempatkan pada tempatnya (posisinya) sesuai dengan tingkatannya. 

A.    B. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

  Mengapa Makhluk hidup perlu dikelompokkan ? beikut adalah tujuan dilakukan pengelompokan (klasifikasi ) makhluk hidup.

1.  Untuk mengetahui Hubungan Kekerabatan – Klasifikasi makhluk hidup terjadi karena adanya pengelompokan berdasarkan ciri. Tingkat takson yang diperkenalkan oleh Linnaeus dapat membantu kita mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Dengan mengetahui ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan tingkatan takson, kita jadi memahami hubungan kekerabatan pada makhluk hidup Grameds

2.   Untuk mempermudah dalam mempelajari Makhluk Hidup ,, Klasifikasi makhluk hidup dilakukan          dengan  mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.Dengan mengetahui                    klasifikasi makhluk        hidup tertentu kita sekaligus mengetahui ciri-ciri dari makhluk tersebut, kita juga akan mempelajari        makhluk hidup apa saja yang memiliki ciri yang serupa.


 M 3. Membedakan Makhluk Hidup yang Satu dengan yang Lainnya – Berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki     oleh makhluk hidup, kita dapat mengetahui dan membedakan makhluk hidup satu dengan yang lainnya. Misalnya antara kera dan monyet, meskipun mirip namun keduanya memiliki nama ilmiah yang berbeda karena ada ciri yang membedakan antara keduanya.

4. 4.  Menyederhanakan Objek Studi – Makhluk hidup yang ada di bumi berjumlah jutaan. Untuk mempelajarinya tentu dibutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk itu, perlu dilakukan klasifikasi ilmiah agar objek studi menjadi lebih sederhana. Klasifikasi makhluk hidup akan lebih membantu kita untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup karena telah dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri.

5. Memberi Nama – Seiring perkembangan waktu, berbagai penemuan spesies baru terus terjadi. Spesies-spesies baru tersebut belum memiliki nama, karena itu perlu dilakukan klasifikasi makhluk hidup. Dengan melihat ciri-ciri spesies yang ditemukan, spesies tersebut akan memiliki nama ilmiah sesuai ciri-ciri yang ditunjukkan Grameds.



1. MACAM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Sistem klasifikasi, dapat digolongkan menjadi tiga golongan atau kelompok, yaitu sistem alami, sistem buatan dan sistem filogenik. Berikut urainnya:

KLASIFIKASI SISTEM ALAMI

Pertama klasifikasi system alami, tentunya Kita sudah mengetahui bahwa klasifikasi pada dasarnya berpijak dari adanya persamaan. Hal ini dapat kita ketahui dengan mengamati makhluk hidup secara morfologi. Misalnya, kita mengamati binatang kucing, anjing, sapi, kuda, dan harimau. Jika kita lihat secara alami, dapat kita ketahui bahwa kelima binatang itu mempunyai empat kaki, sehingga membentuk suatu kelompok seperti yang dikehendaki alam, yaitu kelompok binatang berkaki empat.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa klasifikasi sistem alami merupakan terbentuknya suatu kelompok-kelompok makhluk hidup secara alami. Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles, seorang berkebangsaan Yunani pada tahun 350 SM. Beliau membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.

KLASIFIKASI SISTEM BUATAN

Dibandingkan sistem klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna, dan mudah dipahami apabila dibandingkan sistem klasifikasi sebelumnya. Klasifikasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778) yang dikenal dengan nama Carolus Linnaeus, seorang ahli botani berkebangsaan Swedia. Beliau dinobatkan sebagai “Bapak Taksonomi”.

Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus didasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut. Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup. Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu kelompok, adapun yang memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri. Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang didasarkan pada banyak sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan.

 

SISTEM KLASFIKASI MAHLUK HIDUP

Klasifikasi makhluk hidup 5 kingdom yang sering digunakan merupakan cara pengelompokan yang dikemukakan oleh Robert H. Whittaker pada tahun 1969. Dia membagi makhluk hidup menjadi 5 kelompok besar yaitu monera, protista, jamur, tumbuhan, dan hewan.

KINGDOM MONERA

Monera adalah kelompok organisme yang inti selnya masih belum memiliki membran inti atau disebut juga organisme prokariotik. Meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti berupa asam inti atau DNA (deoxy ribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat). Organisme yang termasuk ke dalam Kingdom Monera adalah organisme dengan ciri-ciri sebagai berikut: Bersel satu Tidak memiliki selaput inti atau prokariot, dapat membuat makanan sendiri atau autotroph, juga bergerak atau berpindah tempat. Monera dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu bakteri dan alga biru:

·         BAKTERI adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri. Beberapa bakteri ada yang berklorofil dan mampu melakukan fotosintesis. Misalnya, bakteri hijau. Beberapa jenis bakteri menguntungkan namun ada pula yang merugikan bagi kehidupan manusia. Berikut ini beberapa contohnya:

·         Salmonella typhi penyebab penyakit tifus

·         Mikrobakterium tuberculosis penyebab penyakit TBC

·         Escherichia coli hidup di usus besar manusia dan membantu pembusukan sisa makanan

·         Rhizobium radicicola hidup bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan yang membantu menambat nitrogen dari udara dengan membentuk bintil-bintil akar.

·         Bacillus anthracis penyebab penyakit anthrax pada ternak.

·         Tubuh bakteri terdiri dari satu sel, sebagian besar bakteri hidup secara sporofit atau parasite, dan berkembangbiak dengan membelah diri atau konjugasi.

·         ALGA BIRU adalah ganggang yang tergolong dalam kingdom monera Divisio Cyanophyta, ganggang bersel tunggal atau berbentuk benang dengan struktur tubuh yang masih sederhana dimana intinya masih prokaryotik. Alga biru berkembang biak dengan membelah diri dan bersifat autotrof (mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis). Manfaat ganggang biru antara lain: Annabaena azollae yang digunakan sebagai pupuk, dan spiruLina sebagai bahan makanan yang mengandung protein dan lain-lain.

PROTISTA

Protista adalah makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak dan telah memiliki membran inti (selnya bersifat eukariot). Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan, hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan, tumbuhan, dan jamur. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista.

Kelompok Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae), kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa, sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. Protista biasanya ditemukan di dalam air, dapat berupa plankton yang melayang-layang di dalam air atau melekat di dasar sungai, laut, atau danau.

Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan tempat-tempat yang lembap, baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit, serta dapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya. Umumnya, Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondria untuk respirasi.  Protista memiliki flagela atau cilia sehingga mampu berkembang secara aseksual atau seksual. Pada kondisi yang kurang menguntungkan, Protista dapat membentuk kistae. Secara taksonomis Protista dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

·         Protista Mirip Tumbuhan: Protista dikatakan mirip tumbuhan karena ia bersifat autotrof, memiliki klorofil, dan dengan bantuan cahaya matahari mampu melakukan fotosintesis. Contoh Protista yang mirip tumbuhan adalah ganggang yang terdiri atas filum Euglenophyta, ganggang hijau (Chlorophyta), ganggang cokelat (Phaeophyta), ganggang pirang (Chrysophhyta), ganggang merah (Rhodophyta), dan ganggang api (Pyrhophyta).

·         Protista Mirip Hewan: Dikatakan mirip hewan karena Protista ini bersifat heterotrof. Protista ini dapat memasukkan makanan dengan cara menelan melalui mulut pada membran selnya. Protista ini tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Contoh Protista yang mirip hewan adalah Protozoa, t Rhizopoda (berkaki semu), Flagellata (berbulu cambuk), Ciliata (berambut getar), dan Sporozoa (penghasil spora).

·         Protista Mirip Jamur: Protista ini melakukan pencernaan makanan di luar sel, kemudian terjadi penyerapan sari-sari makanan hasil pencernaan makanan oleh tubuh.Contoh Protista yang mirip jamur ini adalah jamur air dan jamur lendir.

JAMUR

Kelompok jamur (fungi), merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan bahan organik makhluk hidup yang sudah mati. Jamur tidak berklorofil, berspora, tidak mempunyai akar, batang, dan daun. Jamur hidup di tempat yang lembap, bersifat saprofit (organisme yang hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati atau yang sudah busuk) dan parasit (organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya).

Sebelum dikenalkannya metode molekuler untuk analisis filogenetik, dulu fungi dimasukkan ke dalam kerajaan tumbuhan atau plantae karena fungi memiliki beberapa kemiripan dengan tumbuhan yaitu tidak dapat berpindah tempat, juga struktur morfologi dan tempat hidupnya yang memiliki banyak kesamaan.

Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari kerajaan tumbuhan dan mempunyai kerajaan sendiri. Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa saling bersambungan membentuk miselium. Berdasarkan bentuk hifa jamur dibedakan menjadi dua, yaitu:

·         Jamur Ganggang (Phycomycetes): Pada tempe terdapat benang-benang halus disebut miselium yaitu cabang hifa, apabila tempe membusuk maka permukaan tempe juga akan membusuk.

·         Jamur Benar (Eumycetes) Jamur ini memiliki hifa yang bersekat-sekat.

Contoh makhluk hidup yang termasuk kelompok jamur adalah jamur roti, ragi tapai, jamur tiram putih, dan jamur kayu. Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

jj

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

1. Makhluk hidup dibagi menjadi dua kingdom. Pernyataan ini dikemukakan oleh .... 
a. Carolus Linnaeus 
b. Darwin 
c. Lamark 
d. Einstein
e. Aristoteles
 2. Pemberian tata nama ganda diatur dalam Kode Internasional yang disebut dengan ....
 a. binomial nomenklatur
 b. pengelompokan
 c. kunci determinasi
  d. identifikasi
    e. Klasifikasi

 

 3. Tingkatan terendah dari klasifikasi tumbuhan dan hewan adalah .... 

    a. kingdom 

   b. kelas 

  c. spesies 

  d. divisi 

  e. filum 

4. Urutan takson tumbuhan dari kelompok terbesar ke kelompok terkecil adalah .... 

a. kingdom-filum-bangsa-kelas-suku-marga-jenis 

b. kingdom-filum-kelas-bangsa-suku-marga-jenis 

c. kingdom-divisio-kelas-bangsa-suku-marga-jenis 

d. kingdom-divisio-bangsa-kelas-suku-marga-jenis 

e. kingdom-kelas-divisio-bangsa-suku-marga-jenis 

5. Suku kata pertama pada tata cara pemberian nama ganda menunjukkan .... 

a. kelas 

b. spesies 

c. ordo 

d. bangsa 

e. genus 

6. Pisang, mangga, kelengkeng, dan durian dikelompokkan dalam tumbuhan buah-buahan. Pengklasifikasian ini tergolong dalam klasifikasi sistem .... 

a. natural 

b. manfaat 

c. artifisial 

d. buatan 

e.praktis 

7. Penulisan nama Latin padi yang benar adalah .... 

a. Oryza sativa 

b. Oryza sativa 

c. Oryza sativa 

d. Oriza sativa 

e. OrizaSativa 

8. Pada taksonomi dari kingdom ke spesies, kondisi jumlah makhluk hidup yang berbeda dalam setiap takson akan .... 

a. semakin sedikit 

b. semakin banyak 

c. berubah-ubah 

d. mengikuti posisi taksonnya 

e. konstan 

9. Euglena kurang cocok jika hanya dimasukkan dalam animalia, karena Euglena juga memiliki ciri yang dimiliki oleh Plantae , yaitu .... 

a. cara makannya autotrof 

b. bersifat tidak bergerak 

c. selalu bergerak 

d. cara hidup berkoloni 

e.caramakannyaheterotrof 


10. Filum dalam klasifikasi hewan yang disebut juga .... 

a. divisio 

b. ordo 

c. genus 

d. spesies 

e.marga 

11. Semakin dekat hubungan kekerabatan makhluk hidup, semakin banyak ....
a. perbedaan sifat 

b. keragamannya 

c. persamaan sifat 

d. perbedaan dan persamaannya

e.keunikannya

12. Daftar yang memuat sejumlah keterangan suatu makhluk hidup yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan kelompok makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya disebut .... 

a. kunci dikotomi 

b. pengelompokan 

c. kunci determinasi 

d. animalia 

e.klasifikasi 

13. Spirogyra sp. mampu melakukan fotosintesis, tetapi dalam sistem klasifikasi kingdom bukan termasuk ke dalam Plantae , melainkan Protista . Alasannya adalah .... 

a. memiliki flagelata 

b. belum memiliki membran inti 

c. tidak memiliki dinding sel 

d. hidup secara anaerobik 

e. belum memiliki akar, batang, dan daun sejati 

14. Dalam klasifikasi makhluk hidup sering digunakan kunci determinasi sederhana yang disebut .... 

a. kunci klasifikasi 

b. kunci dikotomi 

c. kunci determinasi 

d. identifikasi 

e.klasifikasi 

15. Spesies adalah unit dasar dari klasifikasi biologi. Alasan dua individu yang berbeda dikelompokkan dalam satu spesies yang sama adalah .... 

a. mempunyai kesamaan nenek moyang 

b. mempunyai banyak persamaan 

c. mempunyai banyak perbedaan 

d. dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan fertil 

e. dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan steril 

https://www.sekolahmuonline.com/2019/05/contoh-soal-biologi-bab-ii-klasifikasi-makhluk-hidup.html








g





Posting Komentar untuk "KLASIIKASI MAKHLUK HIDUP"