Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SOSIOLOGI XII: KETIMPANGAN SOSIAL

 

 

MODUL SOSIOLOGI

 

Kompetensi Dasar

 

3. 3    Memahami faktor penyebab ketimpangan sosial dan pertautannya dengan perubahan sosial di tengah-tengah globalisasi.

 

4. 3    Mengolah hasil kajian dan pengamatan tentang ketimpangan sosial sebagai akibat dari perubahan sosial ditengah-tengah globalisasi.

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

 

KONSEP KETIMPANGAN SOSIAL DAN FAKTOR PENYEBAB KETIMPANGAN SOSIAL

 

 

 

 

A.  Ringkasan Materi

1.   Pengertian Ketimpangan sosial

Ketimpangan sosial diartikan sebagai ketidaksamaan akses untuk mendapatkan atau  memanfaatkan  sumber  daya  yang  tersedia.  Sumber  daya  bisa  berupa

kebutuhan primer seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, peluang berusaha dan  kerja,  dapat  berupa  kebutuhan  sekunder  seperti  sarana  pengembangan

usaha, sarana perjuangan hak asasi, sarana saluran politik, dan lain-lain. Ketimpangan sosial dapat diartikan sebagai adanya ketidakseimbangan atau jarak yang  terjadi  di  tengah-tengah  masyarakat  yang  disebabkan  adanya  perbedaan

status sosial, ekonomi, ataupun budaya. Pengertian ketimpangan sosial menurut para ahli :

a.     Menurut Andrinof A. Chaniago; ketimpangan adalah buah dari pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi dan melupakan aspek sosial

b.    Menurut   Budi   Winarno; ketimpangan   merupakan   akibat   dari   kegagalan pembangunan di era globalisasi untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis

warga masyarakat.

c.     Menurut  Jonathan  Haughton  &  Shahidur  R.  Khandker; ketimpangan  sosial adalah bentuk-bentuk ketidakadilan yang terjadi dalam proses pembangunan.

 

d.   Roichatul  Aswidah; ketimpangan  sosial  sering  dipandang  sebagai  dampak residual dari proses pertumbuhan ekonomi.

Jadi, kesimpulan ketimpangan sosial diartikan sebagai suatu ketidakadilan yang dirasakan masyarakat dalam status dan kedudukan.

 

2.   Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial:

 

Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya ketimpangan sosial terjadi karena dua faktor:

a.    Faktor internal

Faktor   ini   berasal   dari   dalam   diri   seseorang. Rendahnya   kualitas   diri seseorang  adalah  salah  satu  faktor  internal.  Ketimpangan  sosial  ini  bisa

muncul karena kemiskinan yang mengekang masyarakat. b.    Faktor eksternal

Faktor ini merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor ini bisa   terjadi   karena adanya   birokrasi   atau   aturan hukum   negara   yang

mengekang masyarakat sehingga mereka kesusahan dalam mengembangkan dirinya. Ketimpangan sosial ini bisa memicu adanya gejala kemiskinan secara

struktural.

 

Selain faktor di atas ketimpangan sosial juga dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: kondisi demografi, kondisi pendidikan, kondisi ekonomi, kondisi kesehatan, kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan, perbedaan status sosial masyarakat, dan letak geografis.

Ketimpangan sosial dalam masyarakat dipengaruhi oleh faktor-faktor :

a.     Kondisi   Demografis. Demografi   adalah   ilmu   yang   mempelajari   tentang masalah  kependudukan  dan  faktor-faktor  yang  memengaruhinya.  Kondisi

demografis antara masyarakat satu dengan yang lain memiliki perbedaan. Perbedaan  antara  masyarakat  satu  dengan  yang  lain  tersebut  berkaitan

dengan: jumlah penduduk, komposisi penduduk, dan persebaran penduduk.

b.    Kondisi  Pendidikan. Pendidikan  merupakan  social  elevator,  yaitu  saluran mobilitas  sosial  vertikal  yang  efektif,  yang  merupakan  kebutuhan  untuk

semua    orang.    Pendidikan    merupakan    kunci    pembangunan,    terutama

pembangunan sumber daya manusia. Ada perbedaan mencolok dalam pendidikan yang ada di daerah terpencil dan kota, seperti: anak-anak yang berada di daerah terpencil memiliki semangat belajar tinggi meskipun fasilitas

kurang. Sedangkan anak yang tinggal di kota dengan fasilitas pendidikan yang mencukupi, sebagian besar terpengaruh oleh lingkungan sosial yang kurang

baik    sehingga    semangat    belajar    kurang. Perbedaan    ini    menyebabkan ketimpangan sosial. Ketimpangan sosial dapat dilihat dari fasilitas, kualitas

tenaga kerja, dan mutu pendidikan.

c.     Kondisi Ekonomi. Faktor ekonomi sering dianggap sebagai penyebab utama munculnya ketimpangan sosial. Ketimpangan ini timbul karena pembangunan

ekonomi yang tidak merata. Ketidakmerataan pembangunan ini disebabkan

karena perbedaan antara wilayah yang satu dengan yang lainnya. Terlihat dari adanya   wilayah   yang   maju   dan   wilayah   yang   tertinggal.   Munculnya

ketimpangan   yang   dilihat   dari   faktor   ekonomi   terjadi   karena   adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Daerah yang

memiliki sumber daya dan faktor produksi, terutama yang memiliki barang modal   (capital   stock)   akan   memperoleh   pendapatan   yang lebih   banyak dibandingkan dengan daerah yang memiliki sedikit sumber daya.

d.   Kondisi   Kesehatan. Ketimpangan   sosial   dapat   disebabkan   oleh   fasilitas kesehatan yang tidak merata di setiap daerah, jangkauan kesehatan kurang

luas, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Hal ini


 

 

 

menyebabkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan di masyarakat yang satu berbeda    dengan    masyarakat    yang    lain,    sehingga    bisa mengakibatkan ketimpangan.

e.     Kemiskinan.   Kemiskinan   juga   dianggap   sebagai   salah   satu   penyebab ketimpangan sosial secara teoritis. Kemiskinan dapat disebabkan oleh faktor

internal dan faktor eksternal. Kurangnya kemampuan, mutu pendidikan, dan

sifat  malas  yang melekat  di  diri  masyarakat  adalah  beberapa  contoh  dari faktor internal. Sementara itu birokrasi atau peraturan yang diterapkan oleh

instansi perusahaan atau negara merupakan faktor eksternal penyebab kemiskinan. Faktor eksternal bukan hanya menyebabkan kemiskinan kepada satu    orang    saja,    namun    juga    menyebabkan    kemiskinan    struktural

yang menyebabkan hampir seluruh masyarakat mengalami kemiskinan.

f.     Kurangnya  Lapangan  Pekerjaan.  Kurangnya  lapangan  pekerjaan  membuat masyarakat  mengalami  ketimpangan  atau  kesenjangan  sosial.  Kesenjangan

antara masyarakat  tenaga  kerja  dan  penganguran  menjadi  semakin  besar

karena lapangan pekerjaan semakin sempit. Apabila upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran tidak dilakukan, maka para pengangguran ini akan

merasa terdiskriminasi dan ketimpangan sosial pun semakin sulit diatasi.

g.     Perbedaan  status  sosial  masyarakat. Perbedaan  ini  terjadi  karena  adanya pelapisan atau stratifikasi sosial yang terbentuk berdasarkan kualitas pribadi,

baik  itu kesehatan,  pendidikan,  ataupun  kekayaan.  Ketimpangan  sosial  ini

merupakan   ketimpangan   yang   sering   terjadi   di   lingkungan masyarakat. Ketimpangan ini bisa dilihat adanya perbedaan status sosial antara orang kaya

dengan orang miskin. Penguasa dengan rakyat, atau sarjana dengan lulusan

SD.

h.   Letak  geografis. Pengaruh  letak  geografis  ternyata  berpengaruh  terhadap ketimpangan sosial. Secara geografis, Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang

jumlahnya  sangat  banyak.  Sayangnya  pulau-pulau  ini  tidak  bisa  dikelola

dengan baik, sehingga ketimpangan sosial pun akhirnya terjadi. Pulau-pulau kecil  yang  tidak  tertangani  pemerintah  akhirnya  malah  tertinggal  dengan

pulau-pulau besar seperti jawa, Sumatera dan pulau besar lainnya.

i.      Stratifikasi   sosial; sistem   stratifikasi   yang   sangat   berpengaruh   terhadap timbulnya ketimpangan sosial adalah sistem stratifikasi tertutup yang tidak

memberi peluang kepada anggota strata tertentu untuk berpindah ke strata

lain. Selain itu  pada masyarakat yang menganut sistem kelas sosial, status orang  ditentukan  oleh  keahlian  yang  dimiliknya.  ini  merupakan  gambaran

masyarakat yang demokratis namun kenyataannya ketimpangan sosial tetap ada. Hal tersebut dikarenakan akses yang dimiliki setiap kelas sosial berbeda.

j.      Sikap prejudice; sikap prejudice adalah sikap berdasarkan pada generalisasi yang tidak berdasarkan realitas dan cenderung subjektif. Sikap prejudice bisa

diarahkan pada kelompok orang dari kelas sosial, jenis kelamin, umur, partai

politik, ras, atau suku tertentu. Sikap prejudice dapat menjurus pada sikap stereotip   yaitu   sikap   mengkategorikan   kelompok   tertentu   berdasarkan

perasaan suka dan tidak suka, sikap prejudice juga bisa menjurus kepada sikap rasisme.

k.   Diskriminasi; diskriminasi      juga      menjadi      salah      satu      faktor      yang melatarbelakangi  munculnya  ketimpangan  sosial  di   masyarakat.  Adapun

ketimpangan  ini  bermuara  dari  adanya  ketidakadilan.  Ketimpangan  sosial yang terjadi dimasyarakat apabila disebabkan oleh faktor ketidakadilan dalam

pendistribusian hasil pembangunan maka akan menimbulkan rasa tidak puas terhadap  pemerintah/pihak  pengusaha  swasta  yang  dapat  memicu  adanya

berbagai bentuk gerakan sosial seperti demonstrasi dan pergolakan daera


3.   Bentuk-bentuk Ketimpangan Sosial

 

Ada beberapa bentuk ketimpangan sosial yang terjadi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, antara lain :

a.  Ketimpangan Sosial-Ekonomi.

Kondisi perekonomian suatu masyarakat atau negara ditentukan oleh faktor ekonomi dan non ekonomi yang saling berinteraksi. Bentuk ketimpangan sosial

yang tergolong dalam ketimpangan sosial-ekonomi adalah ketimpangan sosial

antara kelompok masyarakat kaya dan masyarakat miskin.

 

b.  Ketimpangan antara pemilik modal dan buruh.

Perhatikan gambar berikut ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Buruh sedang bekerja di pabrik

Sumber:  https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-35556062/di-tengah-ancaman- corona-ribuan-buruh-pabrik-tetap-bekerja-normal

 

 

c.    Ketimpangan pembangunan yang dipengaruhi kebijakan pemerintah.

Ketimpangan ini antara lain, Ketimpangan Desa dan Kota. Perhatikan gambar ketimpangan yang terjadi desa dan kota pada pusat belanja berikut ini!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5. Perbedaan pusat belanja di desa dan kota

Sumber: https://azissyahban.blogspot.com/2019/10/pasar-vs-penimbunan-laut.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

d.     Ketimpangan antara pulau jawa dan luar jawa.

Perhatikanlah gambar ketimpangan pulau Jawa dan luar Jawa!

 

Gambar 6. Ketimpangan Jawa dengan luar Jawa

Sumber: https://m.tribunnews.com/nasional/2017/01/27/ketimpangan-ekonomi-masih-tinggi-ini- buktinya

 

 

 

 

 

e.   Ketimpangan Sosial Non-ekonomi.

Ketimpangan ini meliputi;

1)  Ketimpangan pendidikan.

Bentuk-bentuk    ketimpangan    pendidikan    terjadi    karena    sarana    dan prasarana pendidikan belum merata diseluruh wilayah Indonesia. Selain itu

karena  faktor  keterjangkauan  akses  akses  pendidikan  dan  dari  tujuan pokoknya     pendidikan.     Globalisasi     mendorong     pendidikan     untuk

menyesuaikan standar nasional, misalnya penggunaan bahasa asing dalam setiap  kegiatan  pembelajaran,  padahal  kemampuan  daerah  tidak  sama.

 

2)  Ketimpangan antara budaya global dan budaya lokal.

Ketimpangan budaya di sebabkan masuknya budaya asing ke suatu negara merupakan  suatu  yang  di  anggap  wajar  sebagai  akibat  globalisasi  dan

modernisasi akibatnya menggejalanya sikap individualisme menimbulkan

sikap ketidakpedulian terhadap budaya lokal. Lunturnya kebudayaan lokal juga dipengaruhi berbagai faktor, antara lain keengganan generasi muda

mempelajari budaya daerah dan kurangnya sosialisasi budaya daerah oleh generasi tua. Kemudian adanya perasaaan gengsi ketika menggunakan hasil budaya lokal serta pemerintah daerah kurang mengupayakan pelestarian

budaya, dan sedikitnya pengetahuan yang dimiliki generasi muda terhadap kebudayaan lokal.

3)  Ketimpangan Sosial di bidang kesehatan.

Nampak kita jumpai dalam kehidupan di masyarakat fenomena perlakuan yang  tidak  sama  dalam  bidang  kesehatan.  Contoh  ada  yang  sudah  lama

mengantri pendaftaran untuk diperiksa, kemudian datang orang yang tanpa

antri dulu langsung dapat pendaftaran dan masuk terlebih dahulu. Contoh cerita diatas hanya sebagian kecil ketimpangan yang terjadi di masyarakat. berikut ada gambar yang berhubungan dengan ketimpangan sosial bidang

kesehatan.

Latihan Soal

 

I. Kerjakan  semua  soal  di  bawah  ini  di  kertas,  kemudian  cocokkan  dengan pembahasan penyelesaiannya !

1.  Mengapa  ketimpangan  sosial  dapat  dikategorikan  sebagai  masalah  sosial?

Jelaskan !

2.  Mengapa  perbedaan  sumber  daya  alam  dapat  menyebabkan  ketimpangan sosial!

3.  Ketimpangna sosial merupakan suatu bentuk ketidak adilan dalam masyarakat. munculnya  ketimpangan  sosial  dimasyarakat  dapat  dipengaruhi  oleh  faktor

pendidikan.    Mengapa    pendidikan    menjadi    salah    satu    faktor    penyebab munculnya ketimpangan sosial?


KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

 

DAMPAK DAN UPAYA MENGATASI KETIMPANGAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT

 

 

A. Ringkasan Materi

1. Dampak Ketimpangan Sosial dalam Masyarakat

Ketimpangan yang terjadi di masyarakat memiliki dampak positif dan dampak negatif.      Adapun     dampak     positif     ketimpangan     sosial     bagi     kehidupan

masyarakat  sebagai berikut:

a.  Ketimpangan  sosial  dapat  menjadi  stimulasi  ampuh  bagi  beberapa  wilayah untuk   terus   memaksimalkan potensi   mereka demi menuju   ke   arah   yang

senantiasa lebih baik lagi.

b.  Ketimpangan  sosial  juga  dapat  menumbuhkan  rasa  empati  antargolongan untuk   membantu   yang   lain   demi mendapatkan   kesetaraan   yang   sudah

semestinya

c.  Ketimpangan  sosial  meminimalisir  mental  individu  yang  biasanya  gampang cepat puas dengan ini mereka akan terus    didorong untuk mengkontribusikan

yang lebih baik dari diri mereka masing-masing.

d.  Mengajarkan pada masyarakat mengenai arti tentang kehidupan yang beragam e.  Mendorong manusia untuk lebih pandai bersyukur atas apa yang dipunyai.

 

Sedangkan dampak negatif ketimpangan sosial adalah :

a.   Melemahnya minat untuk berwirausaha/berwiraswasta.

Beberapa  ahli  mengatakan  bahwa  globalisasi  adalah  sebuah  strategi  jitu bagi kepentingan perusahaan multinasional, seperti pajak yang lebih rendah

dan peraturan yang longgar. Dengan demikian, banyak perusahaan asing

 

(memiliki modal yang besar) menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut  secara  perlahan  dapat  menyisihkan  pengusaha  kecil  lokal  yang tidak mampu bersaing baik dari segi modal maupun teknologi. Pada selanjutnya masyarakat mengalami ketimpangan sosial. Ketimpangan sosial menghambat  minat  masyarakat  untuk  berwirausaha,  khususnya masyarakat yang memiliki modal kecil.

b.  Diskriminasi sosial.

Pengertian  diskriminasi  adalah  suatu  sikap,  perilaku,  dan  tindakan  yang tidak adil atau tidak seimbang yang dilakukan oleh individu atau kelompok

terhadap individu atau kelompok lainnya. Ada juga yang menyebutkan arti

diskriminasi  adalah  suatu  tindakan  atau  perlakuan  yang  mencerminkan ketidakadilan terhadap individu atau kelompok tertentu yang disebabkan

oleh adanya karakteristik khusus yang dimiliki oleh individu atau kelompok tersebut.

Perlakukan secara tidak adil dapat terjadi dimana dan kapan saja karena adanya perbedaan karakteristik berikut ini:

1)    Perbedaan  suku  dan  ras, Contoh  diskriminasi  ras;  menutup  peluang

kerja  suatu  jenis  pekerjaan  bagi  ras  tertentu  sehingga  tidak  ada kesetaraan pada jenis pekerjaan tersebut.

2)    Perbedaan kelas sosial, Contoh diskriminasi sosial; pelayanan berbeda

atas fasilitas umum (misalnya fasilitas kesehatan) terhadap masyarakat yang kaya dan masyarakat yang kurang mampu

3)    Perbedaan    jenis    kelamin    (gender)    Contoh    diskriminasi    gender;

menetapkan   gaji   yang   lebih   rendah   kepada   tenaga   kerja   wanita dibanding pria meskipun tugas dan tanggungjawabnya sama.

4)    Perbedaan      agama/kepercayaan,      Contoh      diskriminasi      agama;

mempersulit  atau  menghambat  proses  kegiatan  keagamaan  lain  di suatu daerah dengan alasan mayoritas penduduk di daerah tersebut

adalah agama yang berbeda

5)    Perbedaan pandangan politik

6)    Perbedaan kondisi fisik dan lain-lain

 

Seorang ahli sosiologi bernama Pettigrew (dalam Liliweri 2005) menyebutkan ada dua tipe diskriminasi yang dapat terjadi di masyarakat. Adapun jenis dan tipe diskriminasi adalah sebagai berikut:

1)     Diskriminasi   Langsung   adalah   suatu   bentuk   diskriminasi   dimana hukum, peraturan, atau kebijakan dibuat dengan menyebutkan secara

jelas karakteristik tertentu. Misalnya agama, ras, jenis kelamin, kondisi

fisik, sehingga sebagian orang tidak mendapatkan peluang yang sama.

2)     Diskriminasi Tidak Langsung. Tipe diskriminasi ini terjadi ketika suatu peraturan   yang   sifatnya   netral   namun   dalam   pelaksanaannya   di

lapangan  terjadi  diskriminasi  terhadap  masyarakat   yang  memiliki

karakteritik tertentu

 

c.  Kecemburuan sosial

Kecemburuan sosial dapat diartikan suatu kondisi munculnya perasaan atau sikap yang kurang senang dari suatu kelas sosial karena adanya perbedaan-

perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kecemburuan sosial dapat muncul melalui dua sisi kemungkinan. Sisi pertama, melalui prasangka yaitu

sikap perasaan orang - orang terhadap golongan manusia tertentu. Sisi kedua,  akibat  perlakuan  yang  diterima  oelh  kelompok  masyarakat  yang

dibeda-bedakan atau terjadi pembedaan terhadap kelompok masyarakat lainnya ketika mengakses sesuatu. Sebagai contoh, kecemburuan sosial yang

terjadi antara warga asli/pribumi dengan warga pendatang/transmigran.

 

d.  Konflik sosial                                                  

Dalam ilmu sosial, pengertian konflik sosial adalah suatu proses sosial yang terjadi antara dua pihak atau lebih, dimana salah satu pihak berupaya untuk menyingkirkan pihak lainnya dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.

Pada   umumnya,   konflik   terjadi   karena   adanya   perbedaan   (pendapat, ideologi, budaya, dan lainnya) di masyarakat yang kemudian menimbulkan

masalah dan belum ditemukan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah

tersebut.

 

e.  Kriminalitas

Masyarakat miskin karena ketimpangan sosial harus berusaha keras memenuuhi  kebutuhan  hidupnya  di  era  globalisasi  ini.  Beberapa  dari

mereka terpaksa menghalalkan segala cara agar dapat memenuhi hidupnya,

yaitu   dengan   melakukan   berbagai   macam   tindakan   kriminal   seperti mencuri, merampok, berjudi, penodongan,dan tindakan kriminal lainnya.

 

f.   Terjadinya monopoli

Ketimpangan sosial menyebabkan seseorang yang kaya menjadi kaya dan seseorang yang miskin menjadi semakin miskin. Hal tersebut disebabkan, seseorang yang mempunyai kekuatan baik dari segi ekonomi, hukum, politik dan bidang lainnya akan berupaya untuk bisa lebih menguasai bidang masing-masing dengan cara melebarkan sayap kekuasaan mereka. Hal tersebut membuat rakyat miskin semakin tertindas  karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk melawannya. Misalnya, maraknya pembangunan mall-mall di kota-kota besar atau pembangunan swalayan di kota-kota kecil sedikit demi sedikit akan mematikan pedagang di pasar tradisional.

 

2. Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Ketimpangan sosial antar daerah di Indonesia harus diatasi oleh pemerintah, hal tersebut bertujuan untuk :

a.  Peningkatan kualitas penduduk dengan memperbaiki kualitas pendidikan

b.  Fasilitas   kesehatan,   baik   tenaga   medis   maupun   peningkatan   pelayanan kesehatan melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat, misalnya dengan

memberikan penyuluhan atau pengarahan pada masyarakat.

 

Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat antara lain :

a.  Bidang Pendidikan

Pada gambar di bawah ini di sajikan tentang perbaikan Sumber daya manusia dalam bidang pendidikan.

b.  Pemerataan Penduduk

Mobilitas geografis  adalah perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Pemerintah mengadakan program tersebut dengan tujuan mengendalikan

jumlah penduduk di suatu daerah. Adanya pemerataan penduduk juga harus diikuti dengan pembangunan.

c.  Menciptakan Peluang Kerja.

Masyarakat  harus  bisa  menciptakan  lapangan  kerja  untuk  bisa  keluar  dari ketimpangan  yang  ada.  Dengan  adanya  kesederajatan  akan  memungkinkan

masyarakat untuk membuka lapangan kerja sendiri. Kita harus menumbuhkan sikap empati terhadap ketimpangan sosial sehingga mendorong kita untuk ikut

berpartisipasi dalam mengatasinya.

 

d.  Minimalisir Korupsi

Meminimalkan   korupsi   dan   memberantas   korupsi   dengan   meningkatkan sistem  peradilan di  Indonesia dan melakukan  pengawasan  ketat  dari  mafia

peradilan.  Sehingga  masyarakat  di  Indonesia  akan  mendapatkan  perlakuan yang sama dalam hukum dan peradilan.

 

3. Penguatan   Posisi   Komunitas  Lokal  dalam   Merespon   Perubahan   Sosial

Disebabkan Globalisasi

Andre Gunder Frank, salah satu pencetus teori ketergantungan, menyimpulkan bahwa keterbelakangan negara-negara dunia ketiga disebabkan oleh hubungan

ketergantungan ekonomi kepada sistem kapitalis internasional. Negara-negara

dunia ketiga pada umumnya adalah bekas negara jajahan. Upaya pemberdayaan dapat dilakukan melalui 3 cara berikut :

a.   Menciptakan kondisi yang kondusif yang mampu mengembangkan potensi komunitas lokal.

  b.   Memperkuat modal  (potensi) sosial masyarakat demi  meningkatkan  mutu kehidupannya.

    c.  Mencegah dan melindungi agar kekuatan atau tingkat kehidupan masyarakat yang  sudah  rendah  tidak  semakin  terpuruk, atau  bahkan  menjadi  lebih

meningkat.

Agar relasi antar komunitas lokal dapat memperkuat posisi maka, diperlukan hal sebagai berikut :

a.   Membangun     dan     mengembangkan     jejaring     sosial     sebagai     wahana

pengembang partisipasi dan aspirasi masyarakat.

b.   Peranan    pemerintah    lokal    sebagai    fasilitator    dalam    pengembangan partisipasi dan aspirasi masyarakat

 

Latihan Soal

Agar kalian lebih menguasai materi ini dan mampu menyelesaikan masalah dampak ketimpangan sosial secara kritis dan bijaksana dalam kehidupan di masyarakat.

I. Maka kerjakan semua soal di bawah ini di kertas, kemudian cocokan dengan kunci dan pembahasan penyelesaiannya!

1.  Ketimpangan sosial yang terjadi dimasyarakat sering dikaitkan dengan faktor ekonomi  masyarakat.  Jelaskan  hubungan  antara  ketimpangan  sosial  dengan

faktor ekonomi!

2.  Keberagaman  masyarakat  indonesia  dapat  memicu  terjadinya  ketimpangan sosial.  Oleh  karena  itu,  perlu  adanya  suatu  upaya  untuk  mengatasi  masalah

ketimpangan tersebut, salah satunya dengan meningkatkan kualitas penduduk.

Sebutkan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas penduduk!

3.  Etnosentrisme  dinilai  sebagai  suatu  kecenderungan  yang  menganggap  cara hidupnya sebagai dasar penilaian, sehingga dapat menghambat hubungan antar

kebudayaan. Sebutkan dampak yang ditimbulkan dari adanya hambatan dalam

hubungan antar kebudayaan !

4.  Ketimpangan  sosial  yang  terjadi  dimasyarakat  dapat  menimbulkan  masalah sosail  yang  beragam  seperti  pencemaran  lingkungan,  kriminalitas,  kenakalan

remaja.   Sebutkan   upaya   yang   dapat   dilakukan   untuk   mengatasi   masalah ketimpngan sosial tersebut!

5.  Sebutkan usaha pemerintah dalam penyediaan lapangan pekerjaan!


 

 

Posting Komentar untuk "SOSIOLOGI XII: KETIMPANGAN SOSIAL"