Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SOSIOLOGI XI: PERAN, STATUS DAN MOBILITAS SOSIAL

 

 

MODUL SOSIOLOGI

Kompetensi Dasar

 

3. 3   Memahami    arti     penting    prinsip    kesetaraan    untuk      menyikapi perbedaan sosial  demi  terwujudnya kehidupan sosial  yang  damai   dan demokratis.

 

4. 3 Menerapkan  prinsip-prinsip  kesetaraan  untuk   mengatasi  perbedaan sosial  dan  mendorong terwujudnya kehidupan sosial   yang  damai  dan demokratis.

 

 

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

 

   STATUS, PERAN DAN MOBILITAS SOSIAL MASYARAKAT

 

A.  Ringkasan Materi

 

1.  KEDUDUKAN (STATUS)

Menurut   Roucek   dan   Warren   kedudukan   adalah   tempat   atau   posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Apabila dikaitkan dengan stratifikasi sosial,

maka kedudukan (status) dapat dimaknai sebagai tempat seseorang secara umum

dalam (lapisan) masyarakat sehubungan dengan keberadaan orang lain, meliputi lingkungan  pergaulan,  harga  diri,  hak,  dan  kewajiban.  Pada  prinsipnya  setiap

individu  dalam  pergaulan  hidupnya  memiliki  beberapa  status  sosial  pokok  (key

status), yaitu sebagai berikut:

a.    Status dalam lingkungan kerja atau pekerjaan seseorang

b.    Status dalam sistem kekerabatan

c.    Status religius dan status politik

Status menurut cara memperolehnya terbagi atas tiga macam, yaitu sebagai berikut :

a.  Ascribed Status

Status  atau   Kedudukan  tersebut  diperoleh  secara  turun  temurun,  melalui kelahiran. Status ini diartikan sebagai kedudukan seseorang dalam masyarakat

yang diberikan tanpa memandang kemampuan atau perbedaan antar individu. Contohnya adalah status sebagai keturunan bangsawan.

b.  Achieved Status

Achieved status adalah kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha usaha yang  sengaja  dilakukan,  bukan  diperoleh  melalui  kelahiran.  Kedudukan  ini

bersifa  terbuka  bagi  siapa  saja,  tergantung  kemampuan  dari  masing-masing

individu dalam mengejar dan mencapai tujuannya. Contohnya adalah, seorang dokter spesialis, pilot dan akuntan.

 

c.   Assigned Status

Assigned   status   adalah   status   yang   diperoleh   melalui   penghargaan   atau pemberian  dari  pihak  lain  atas  jasa-jasa  tertentu.  Contohnya  adalah  para pahlawan dan peraih nobel.


 

 

 

2. PERAN (ROLE)

Peran  (Role)  merupakan  aspek  yang  dinamis  dari  kedudukan  (status).

Apabila    seseorang    telah    menjalankan    hak    dan    kewajiban    sesuai    dengan kedudukannya,  maka  ia  telah  melaksanakan  suatu  peran.  Suatu  status   pasti

memiliki sejumlah peran yang melekat padanya, sedangkan peran tidak mungkin ada  tanpa  status.  Jadi  dapat  disimpulkan  bahwa  status  dan  peran  tidak  dapat

dipisahkan satu sama lain.

 

3.  MOBILITAS SOSIAL

Secara etimologis, mobilitas berasal dari kata mobilitas yang artinya mudah dipindahkan. Secara umum, mobilitas sosial berarti perpindahan posisi seseorang

atu kelompok dari lapisan satu ke lapisan yang lainnya.

Masyarakat terbagi ke dalam lapisan-lapisan, baik secara vertikal maupun horizontal. Gerak masyarakat sangat bergantung pada struktur sosial masyarakat

yang bersangkutan. Apabila masyarakat tersebut berada dalam struktur sosial yang kaku  (misalnya,  pada  masyarakat  kasta,  kerajaan,  atau  suku  pedalaman),  maka gerak sosial masyarakat relatif lebih sempit karena terbatas oleh aturan serta nilai- nilai   sosial   yang   tidak   memungkinkan   seseorang   untuk   berpindah   lapisan. Sebaliknya, pada masyarakat dengan struktur sosial terbuka, peluang untuk bermobilitas sangat terbuka karena masyarakat bebas untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya untuk bisa berpindah dari lapisan satu ke lapisan yang lainnya, terutama perpindahan secara vertikal.

 

Secara prinsip terdapat tiga jenis mobilitas yang utama, yaitu :

1.  Mobilitas horizontal

Yaitu perpindahan seseorang atau kelompok dalam lapisan sosial yang sama. Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati orang tersebut tidak mengalami perubahan.

Contoh: Seorang guru SMK yang berpindah menjadi guru SMA, seorang tukang batu berganti pekerjaan menjadi tukang kayu.

2.  Mobilitas vertikal

Yaitu perpindahan status sosial seseorang atau kelompok pada lapisan sosial yang berbeda. Dalam mobilitas sosial vertikal terjadi perpindahan lapisan yang tidak sederajat, bisa berupa kenaikan lapisan dan bisa juga karena penurunan lapisan/kedudukan.

Mobilitas sosial tersebut terbagi menjadi dua:

a.  Social climbing

Social  climbing  adalah  peningkatan  status/kedudukan  seseorang  ke  dalam lapisan yang lebih tinggi.

Social climbing memiliki dua bentuk, yaitu:

    Kenaikan pangkat seseorang ke golongan yang lebih tinggi

Misalnya: seorang walikota yang kemudian menjadi gubernur.

    Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi  dari  lapisan yang sudah ada

Misalnya: dalam pemilihan pengurus kelas, Andre terpilih sebagai ketua

kelas yang berhak mengatur seluruh siswa di kelas itu.


 

b.  Social sinking

Social sinking merupakan penurunan status/kedudukan seseorang ke dalam lapisan sosial yang lebih rendah.

Social sinking juga memiliki dua bentuk, yaitu:

     Turunnya kedudukan seseorang ke golongan yang lebih rendah Misalnya:  seorang  karyawan yang di-PHK,  seorang pejabat  yang pensiun.

     Tidak dihargainya lagi kedudukan sebagai lapisan sosial atas

Misalnya: tidak berlakunya lagi gelar kebangsawanan seseorang.

3.  Mobilitas intra-generasi, antar-generasi, dan antar-wilayah. a.  Mobilitas intra-generasi

Yaitu  perpindahan  kedudukan  sosial  seseorang/  anggota  masyarakat  yang terjadi dalam satu generasi yang sama.

Misalnya: Alumni SMA Unggul angkatan 2020 ( ada yang menjadi pengusaha, sopir, mahasiswa, tentara, dll)

b.  Mobilitas antar-generasi

Yaitu  perpindahan  kedudukan  sosial  seseorang/  anggota  masyarakat  yang terjadi di antara beberapa generasi dalam satu keturunan.

Mobilitas  sosial  antar-generasi  bisa  berbentuk  vertikal  naik  atau  vertikal turun.

    Mobilitas antar-generasi naik

Misalnya: Atep adalah seorang PNS, padahal ayahnya hanya seorang petani dan kakeknya seorang buruh tani.

    Mobilitas antar-generasi turun

Misalnya: Unang adalah seorang kuli bangunan, padahal ayahnya seorang pedagang, dan kakeknya seorang kepala desa.


 

c.  Mobilitas antar-wilayah

 Yaitu perpindahan seseorang/ kelompok dari suatu tempat ke tempat lain. Bentuk-bentuk migrasi antar-wilayah adalah migrasi, urbanisasi, dan transmigrasi, mobilitas ini juga dissebut mobilitas gerak sosial geografis.

 

Penugasan Mandiri

 

Buatlah  tabel seperti  di bawah ini, kemudian isilah setiap  kolom  sesuai  dengan aspek yang diminta. Isikan status dan mobilitas yang dialami oleh semua anggota keluargamu.

NO

Nama keluarga

Status

Mobilitas yang pernah dilakukan

1.

Conth (x)

-     Anak, pelajar, ketua karang

taruna, dll

-     Vertikal naik

-     Gerak geografis

-     Dsb.

2.

 

 

 

3.

 

 

 

Dst.

 

 

 


 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

 

DIFERENSIASI SOSIAL

 

 

A.  Ringkasan Materi

 

1.  Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi  adalah  pembedaan  masyarakat  dalam  kelompok-kelompok  sosial

secara  horizontal  (dimensi  Horizontal).  Wujud  dari  diferensiasi  sosial  adalah penggolongan masyarakat kedalam kelompok-kelompok tertentu namun tidak

secara hierarkis (Bertingkat). Diferensiasi sosial menunjukkan kemajemukan dan

heterogenitas sosial masyarakat. Hal tersebut mencakup ras, etnis, klen, agama, pekerjaan, jenis kelamin dll.

2.  Jenis-jenis Diferensiasi Sosial

Dilihat dari jenisnya diferensiasi sosial terdiri dari :

a.    Diferensiasi tingkatan (rank diferentiation)

Diferensiasi ini muncul karena adanya ketimpangan distribusi barang  atau sesuatu yang dibutuhkan namun jumlahnya sangat terbatas.Contohnya adalah minyak tanah, dimana minyak tanah menjadi barang yang tidak semua orang dapat memilikinya. Hal ini menyebabkan perbedaan-perbedaan yang diakibatkan oleh kemampuan individu untuk memilikinya. Demikian juga dengan kepemilikan logam mulia seperti emas, hanya orang orang yang secara ekonomi berada pada posisi di ataslah yang dapat memperolehnya dengan cara membeli.

 

b.    Diferensiasi fungsional (functional diferentiation)

Diferensiasi  yang muncul  karena setiap  orang melakukan  pekerjaan  yang berbeda.  Hal  ini  menjadi  suatu  kenyataan  dalam  kehidupan  kita.  Dengan

pekerjaan yang saling berbeda maka manusia lebih mudah untuk memenuhi

kebutuhan hidupnya. Tidak ada   profesi yang paling penting dan tidak ada profesi  yang  tidak  penting.  Semua  memberi  sumbangan  masing-masing

sesuai kemampuan dan keilmuanya.

 

c.   Diferensiasi adat (custom diferentiation)

Diferensiasi ini muncul karena adanya aturan berperilaku yang berbeda menurut situasi tertentu Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi yang berbeda-beda. Dalam hal menyajikan makanan misalnya, ada yang dengan cara dihidangkan di atas meja lengkap dengan peralatannya, tetapi ada juga yang dihidangkan di atas tikar dengan duduk bersila. Bagaimana tradisi yang ada di daerah kalian? Mungkin saja ada perbedaan satu dengan tempat yang lain tetapi itu merupakan    keberagaman    yang    memperkaya    budaya    luhur    bangsa Indonesia.

3.   Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

a.   Jenis Kelamin (Gender)

Manusia   diciptakan  oleh   Tuhan  menjadi   dua  jenis   yaitu   laki-laki  dan

perempuan dan dimata Tuhan keduanya memiliki derajat yang sama, walalupun secara fisik antara laki-laki dengan wanita itu berbeda, namun perbedaan itu bukan suatu pertanda bahwa yang satu lebih mulia atau lebih baik daripada yang lain.


b.    Usia

Manusia sebagai makhluk yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pastilah satu dengan yang lain mempunyai perbedaan umur, tetapi  umur

tidak melambangkan jenis pekerjaan atau aktifitas yang harus dilakukan olehvsetiap individu.vUsia merupakan ukuran lamanya setiap individu menjalani kehidupannya. Perlu diingat juga bahwa usia juga dapat menjadi pengingat bahwa kita harusvjuga memegang teguh ajaran bahwa yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua.

                        c. Ras  merupakan  penggolongan  manusia  berdasarkan  ciri-ciri  fisiknya.                                      Ciri fisik yang dimaksud dapat berupa warna kulit, bentuk rambut, warna mata, tinggi                 badan   serta warna rambut.

 

                        Perbedaan ciri fisik tidak berarti membedakan antara hak dan kewajiban mereka,      karena pada             dasarnya semua ras sama kedudukannya. Tidak ada satu raspun yang lebih   tinggi atau lebih baik dari ras yang lain.

 

    d. Suku Bangsa

Suku  bangsa  merupakan  golongan  sosial  yang  dibedakan  dari  golongan- golongan sosial lainnya karena mempunyai ciri-ciri yang paling mendasar

dan umum berkaitan dengan asal usul serta kebudayaannya.

Menurut Koentjaraningrat Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas atas kesatuan kebudayaan.

Setiap suku bangsa mempunyai keunikan dan kebudayaan masing-masing,

semuanya mempunyai makna dalam kehidupan masyarakatnya. Jadi tidak ada suku yang paling baik atau suku yang paling buruk. Semuanya sama satu

bangsa yaitu Indonesia Raya.

Coba cermati di lingkungan kalian, mungkin terdapat tidak hanya satu suku dalam suatu wilayah dan tentunya hal itu menjadikan keragaman tersebut

menjadi penguat dalam menjalin keharmonisan masyarakat.

e.    Diferensiasi Agama

Adanya berbagai macam agama yang berkembang dan saling menghormati antara yang satu dengan yang lain dapat memberi bukti adanya diferensiasi

dalam hal agama.

Menurut Emile Durkheim, Agama adalah suatu sistem kepercayaan beserta praktiknya,   berkenaan   dengan   hal-hal   yang   sakral   yang   menyatukan

pengikutnya dalam suatu komunitas moral.

Agama dapat mengikat secara rohani kepada setiap warga tanpa memandang suku   atau   asal-usul   seseorang,      sebab   nilai-nilai   setiap   agama   pasti

mengajarkan   tentang   kebaikan   disamping   mengatur   hubungan   antara manusia dengan Tuhan dan juga hubungan antara manusia dengan manusia.

Agama mengajarkan kepada kita semua untuk hidup secara teratur tanpa memandang pangkat, jabatan ras dan lain-lain perbedaan yang melekat pada

manusia.

f.    Diferensiasi Pekerjaan

Setiap orang memiliki profesi sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. Perbedaan pekerjaan atau profesi merupakan hal yang wajar

bahkan sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, sebab dengan

perbedaan  itu  kebutuhan  manusia  justru  dapat dipenuhi. Kita  tidak  akan dapat  memenuhi  kebutuhan  hidup  bila  kita  secara  keseluruhan  memiliki

pekerjaan yang sama.


 

Latihan Soal

 

Untuk mengetahui pemahaman kalian tentang materi Deferensiasi sosial, cobalah kerjakan soal soal di bawah ini dengan cara memilih salah satu jawaban yang paling tepat.

1.  Pengertian diferensiasi sosial adalah ....

A.  usaha-usaha untuk menyelesaikan konflik

B.  pembedaan anggota masyarakat ke kelas-kelas secara bertingkat

C.  pembedaan anggota masyarakat secara horizontal

D. upaya untuk memperbaiki perilaku masyarakat

E.  hubungan timbal balik antar individu

 

2.  Di  bawah  ini  adalah  perbedaan-perbedaan  yang  menjadi  dasar  diferensiasi sosial, kecuali….

A.  Ras

B.  Agama

C.  Suku bangsa

D. Jenis kelamin

E.  Kekayaan

 

3.  Perwujudan   pembagian   sosial   yang   termasuk   diferensiasi   sosial   adalah

perbedaan

A.  agama, klan, status dan keturunan

B.  klan, golongan, status dan ras

C.  agama, klan, ras dan suku bangsa

D. ras, peranan, kelas dan suku bangsa

E. suku bangsa, klan, agama dan peranan

 

4.  Masyarakat kota bersifat heterogen yang terdiri dari para pegawai, pedagang dan buruh. Deferensiasi semacam ini didasarkan pada …

A.  ras

B.  Profesi

C.  kelas sosial D. pendapatan E.  status sosial

 

5.  Suatu  kelompok  manusia  yang  memiliki  ciri-ciri  fisik  bawaan  yang  sama disebut ..

A.  Kelompok

B.  Suku

C.  Ras

D. Kebudayaan

E.  Bangsa

 

6.  Suatu golongan manusia yang terikat oleh asal usul, kesadaran dan identitas atas kesatuan kebudayaan disebut juga dengan ....

A.  Ras

B.  Suku

C.  agama

D. Kelompok

E.  Kebudayaan

 

7.  Perhatikan ciri-ciri berikut ini :

1.  Kulit warna kuning

2.  Rambut lurus

3.  Mata sipit

4.  Hidung mancung

5.  Bibir tebal

 

Manakah dari ciri-ciri tersebut yang merupakan ciri ras mongoloid .....

A.  1, 2, dan 3

B.  1, 2, dan 4

C.  1, 2, dan 5

D. 2, 3, dan 4

E.  2, 3, dan 5

 

8.  Sikap yang tepat dan perlu dilakukan pada masyarakat yang majemuk berkaitan

dengan agama/kepercayaan agar terhindar dari konflik horisontal adalah ..

 

A.  Kompromis B.  Koordinasi C.Kerjasama

D. Toleransi

E.  Demokratis

 

9.  Bangsa Indonesia dalam kemajemukannya dapat bersatu menjadi Negara besar

karena .

A.  Memiliki ciri fisik yang sama

B.  Memiliki agama dan kebudayaan yang sama

C.  Memiliki persamaan nasib dan perjuangan yang sama D. Setiap suku bangsa memiliki wilayah yang sangat luas E.  Setiap warga dapat menyesuaikan diri dengan adatnya

 

10.Hidung mancung, kulit putih, rambut pirang merupakan ciri dari ras ..

A.  Mongoloid

B.  Negroid

C. Kaukasoid D. Australoid E.Veddoi


 

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

 

STRATIFIKASI SOSIAL dan DINAMIKA MASYARAKAT dalam

KEBERAGAMAN

 

 

A. Ringkasan Materi

 

1.  Pengertian Stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat/penduduk kedalam kelas-kelas secara  bertingkat-tingkat  (hierarkis).  Pelapisan  sosial  merupakan  terjemahan

dari  Sosial  Stratification.  Kata  stratification  berasal  dari  kata  stratum  yang artinya  tingkatan.  Para  ahli  yang  memberikan  pengertian  tentang  stratifikasi

sosial antara lain :

a.     Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

b.     Pitirim A. Sorokin

Stratifikasi sosial merupakan ciri yang tetap pada setiap kelompok sosial yang teratur. Lebih lanjut beliau mengatakan stratifikasi sosial merupakan

pembedaan   penduduk   atau   masyarakat   ke   dalam   kelas-kelas   secara

bertingkat.

c.     Robert MZ. Lawang

Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, previlese dan prestise.

d.     Bruce J. Cohen

Stratifikasi   sosial   adalah   sistem   yang   menempatkan   seseorang   sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial

yang sesuai.

2.  Dasar-dasar stratifikasi dalam masyarakat

Dasar  stratifikasi  dalam  masyarakat  disebabkan  oleh  adanya  sesuatu  yang dihargai lebih. Dasar atau ukuran yang umumnya dipakai untuk menggolongkan

anggota masyarakat kedalam suatu pelapisan sosial adalah sebagai berikut :

a.  Ukuran Kekayaan

Barang siapa yang memiliki kekayaan paling banyak, termasuk dalam lapisan teratas. Kekayaan tersebut, misalnya,  dapat dilihat pada bentuk rumah yang

bersangkutan,   mobil   pribadinya,   cara   menggunakan   pakaian,   kebiasaan

berbelanja dan lain-lain.

 

b.  Ukuran Kekuasaan

Barang siapa yang memiliki kekuasaan atau yang mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan atas. Dalam hal ini dapat dicontohkan dengan

kehidupan para raja, dimana mereka memiliki kekuasaan yang absolut, sehingga  raja  dan  keluarga  atau  keturunannya  selalu  berada  pada  lapisan

atas, dalam kehidupannya. Di samping raja dapat juga diambil contoh para kepala negara, yang meskipun mereka dipilih oleh rakyatnya secara demokratais, tetapi  kekuasaan itu akan melekat secara otomatis  pada diri

para pemimpin negara.

 

c.  Ukuran Kehormatan

Orang yang paling disegani atau dihormati , mendapat tempat yang teratas. Ukuran    semacam    ini    banyak    dijumpai    pada    masyarakat-masyarakat

tradisional. Biasanya yang mendapat tempat diatas adalah golongan tua atau

mereka yang pernah berjasa. Demikian juga para pemimpin agama, mereka sangat dihormati oleh umatnya, bahkan perilakunya dijadikan sebagai suri

tauladan  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Dengan  demikian  para  rohaniawan

secara umum berada pada lapisan atas karena kehormatan.

 

d.  Ukuran Ilmu Pengetahuan/Pendidikan

Ilmu pengetahuan sebagai ukuran dipakai oleh masyarakat yang meng-hargai ilmu     pengetahuan.    Tetapi     kadang    kadang-kadang    ukuran    tersebut

menyebabkan terjadinya hal-hal yang negatif. Karena ternyata yang dijadikan ukuran   bukan   ilmu   pengetahuannya   melainkan   gelar   kesarja-nannya.

Dampaknya ada-lah segala macam cara akan ditempuh untuk mengejar gelar tersebut walau dengan cara-cara yang tidak benar.

 

Ukuran-ukuran  di  atas  tidaklah  bersifat  Terbatas  (limitatif),  karena  masih banyak ukuran-ukuran lain yang dapat digunakan, Tetapi ukuran-ukuran di atas sangat menentukan sebagai dasar timbulnya sistem lapisan dalam masyarakat.

 

3.  Sifat – sifat stratifikasi sosial

Secara umum sifat yang ada dalam stratifikasi sosial adalah sebagai berikut :

a.    Bersifat tertutup

Startifikasi   dengan   sifat   yang   tertutup   membatasi   seseorang   untuk berpindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik pindah ke atas maupun

ke  bawah.  Satu-satunya  jalan  untuk  menduduki  lapisan  tersebut  hanya

melalui kelahiran. Contohnya pada masyarakat yang menganut sistem kasta, masyarakat feodal dan masyarakat yang menggunakan ciri-ciri fisik sebagai

ukuran lapisan seorang individu.

 

 

 

 

 

 

Gambar Pola stratifikasi tertutup

Sumber : ipskreatif.pun.bz/10-06-2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b.    Bersifat terbuka

Dalam sistem  pelapisan yang bersifat terbuka, setiap anggota masyarakat memiliki  kesempatan  untuk  menduduki  lapisan  yang  paling  atas.  Dalam

lapisan    yang   demikian   setiap   individu   termotivasi   untuk   mencapai

keinginannya    sesuai    dengan    kemampuan    dirinya.    Dengan    demikian kompetisi akan terjadi dan pembangunan lebih cepat berjalan.

 

 

 

 

 

 

 

GambarPola stratifikasi terbuka

Sumber : bksmadukepohbaru.guru-indonesia.net

 

c.    Bersifat campuran

Dalam sistem yang bersifat campuran akan kita jumpai dalam masyarakat bahwa untuk hal-hal tertentu menggunakan sistem tertutup sementara pada

hal  yang  lain  menggunakan  sistem  terbuka.  Contoh  sederhana  adalah masyarakat Bali yang masih menganut sistem kasta dalam kehidupan sosial

budayanya,  namun  dalam  bidang ekonomi  siapa saja  boleh  berkompetisi. Artinya di sini terjadi keterbukaan dalam bidang ekonomi tanpa memandang

seseorang berasal dari kasta apa.

 

 

 

 

 

Gambar 27. Pola stratifikasi campuran

Sumber:biancahaiti.blogspot.com/10-06-2016

 

4.  Bentuk bentuk startifikasi sosial

Ada dua bentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat yang dapat kita lihat yaitu :

a.    Sistem Kasta

Menurut Lumberg kasta adalah suatu kategori di mana para anggotanya ditunjuk dan ditetapkan pada status yang permanen dalam hierarki sosial

yang   diberkan,   serta   hubungan-hubungannya   dibatatsi   sesuai   dengan

statusnya.

Sistem kasta adalah bentuk stratifikasi sosial yang memberikan garis secara jelas antara satu lapisan dengan lapisan yang lain dan sifatnya sangat kaku.

Dalam  pelapisan  dengan  menggunakan  sistem  kasta  mutu  pribadi  sama

sekali tidak diperhitungkan. Seseorang menduduku lapisan tertentu semata- mata hanya karena ia memiliki orang tua yang telah berada pada lapisan

yang tertentu tersebut.

Salah  satu  masyarakat  yang  masih  menganut  sistem  kasta  adalah  India. Dalam bentuk aslinya, kasta di India terdiri atas empat kategori yaitu seperti

berikut :

1.   Brahmana, yaitu kastanya para pendeta dan pemimpin agama

2.   Ksatria, yaitu kastanya para militer/ tentara serta para pejuang

3.   Waisya, yaitu kastanya para pedagang, petani dan pekerja cantor.

4.   Sudra, yaitu kastanya para pembantu rumah tangga dan buruh tani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 28. Piramida stratifikasi sistem kasta

Sumber : catatantua.blogspot.com/08-06-2016

 

 

Selain empat kelompok kasta di atas masih ada lagi yang disebut dengan harijans.  Mereka yang termasuk dalam kelompok ini adalah individu yang berada di luar kasta atau kaum orang miskin. Dalam setiap kasta ada lagi subkasta yang jumlahnya sangat banyak.

b.    Sistem kelas

Dalam startifikasi dengan sistem kelas lebih berifat dinamis dan fleksibel. Kelas sosial bukanlah warisan dari keluarga, karena   setiap individu dapat

memperolehnya dengan suatu usaha yang benar-benar. Dalam sistem kelas

perubahan lapisan antara satu orang dengan orang lain sangat bervariasi dan bersifat terbuka. Seseorang yang pada waktu tertentu dalam posisi di atas

mungkin suatu saat dia akan menempati urutan yang paling bawah akibat kepandaian dan kecerdasan orang lain yang mampu menyaingi dirinya. Pembagian kelas pada umumnya di dasarkan pada kriteria ekonomi, sosial

maupun politik.

 

5.  Makna Keragaman

Bagaimana  keragaman  manusia  yang  merupakan  kenyataan  yang  tidak perlu dipermasalahkan, sehingga kesetaraan antar manusia akan mengantarkan

hidup manusia menjadi enak (tentram, senang hati). Persatuan dan kesatuan

bangsa  yang  terwujud  dari  sejumlah  suku  bangsa  yang  semula  merupakan masyarakat  yang  berdiri  sendiri  dan  mendukung kebudayaan  yang  beraneka

ragam itu perlu diperkokoh dengan kerangka acuan yang bersifat nasional, yaitu kebudayaan nasional.

Suatu kebudayaan yang memberikan makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan dapat dibanggakan sebagai identitas nasional. Akan tetapi

dalam  masyarakat  majemuk  dengan  keragaman  latar  belakang  kebudayaan seperti yang terjadi di Indonesia tidaklah mudah untuk mengembangkan suatu

kebudayaan   nasional   hanya   dengan   mengandalkan   pada   kemampuan   dan kemapanan masyarakat semata.

Meskipun menurut sejarah, masyarakat Indonesia relatif berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi karena keadaan geografiknya, akhirnya masyarakat

Indonesia   bersifat   majemuk.   Kondisi   geografis   yang   menjadi   penyebab

kemajemukan masyarakat, adalah:

1.  Bentuk wilayah yang berupa kepulauan. Kondisi ini mengakibatkan, meskipun berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi akhirnya mereka terpisah-pisah

di berbagai pulau yang saling berbeda, sehingga masing-masing terisolasi dan

mengembangkan    kebudayaan    sendiri.    Jadilah    masyarakat    Indonesia mengalami kemajemukan ethnik atau suku bangsa.

2.  Letak wilayah yang strategis, di antara dua benua dan dua samudera, kondisi ini mengakibatkan Indonesia banyak didatangi oleh orang-orang asing yang

membawa  pengaruh  unsur  kebudayaan,  antara  lain  yang  paling  menonjol adalah  agama.  Kondisi  ini  mengakibatkan  masyarakat  Indonesia  majemuk

dalam hal agama. Lima agama besar dunia ada di Indonesia ditambah dengan agama lainnya.

3. Variasi iklim, jenis serta kesuburan tanah yang berbeda di antara beberapa tempat, misalnya daerah Indonesia bagian Timur yang lebih kering, tumbuh menjadi suku bangsa peternak, daerah Jawa dan Sumatra yang dipengaruhi vulkanisme tumbuh menjadi daerah dengan masyarakat yang hidup dari bercocok tanam. Variasi iklim dan jenis serta kesuburan tanah ini mengakibatkan masyarakat Indonesia majemuk dalam hal kultur, antara lain cara hidup.

Wilayah Indonesia  terdapat  berbagai  macam kebudayaan  yang  berasal  dari  hampir  seluruh  suku  bangsa.  Coba  kalian renungkan,   Hal   ini   apakah   memungkinkan   terwujud   sebagai   masyarakat multikultural?  Syarat  terwujudnya  masyarakat  multikultural  adalah  apabila warganya dapat hidup berdampingan, toleransi dan saling menghargai. Nilai- nilai  tersebut  harus  dijadikan  pedoman  untuk  bertindak,  baik  dalam  bidang sosial, ekonomi, politik maupun tindakan individual. Seluruh kebudayaan local yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia adalah merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

 

 

 


 

Latihan Soal

Untuk  mengetahui  pemahaman  anda  tentang  materi  Stratifikasi  sosial,  cobalah kerjakan soal-soal di bawah ini dengan cara memilih salah satu jawaban yang paling

tepat.

1.  Pengertian stratifikasi sosial adalah .

A.  perpindahan status sosial

B.  pembedaan anggota masyarakat secara horizontal

C.  pembedaan anggota masyarakat secara vertikal

D. usaha-usaha yang dilakukan agar warga masyarakat mentaati  norma yang berlaku

E.  perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku

 

2.  Di bawah ini bukan kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan sosial yaitu ... .

A.  kekayaan

B.  kekuasaan

C.  kehormatan

D. jenis kelamin

E.  ilmu pengetahuan

 

3.  Dibawah ini bukan merupakan ciri-ciri stratifikasi sosial yang bersifat terbuka adalah ... .

A.  setiap  anggota  masyarakat  mempunyai  kesempatan  untuk  berpindah  ke lapisan yang lebih tinggi

B.  memberi rangsangan kepada anggota masyarakat untuk berusaha lebih giat agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik

C.  status sosial diperoleh karena warisan dari orang tua

D. bagi yang kurang beruntung ada kemungkinan turun ke lapisan yang lebih rendah

E.  individu mempunyai kesempatan mengadakan mobilitas vertikal

 

4.  Urutan kasta dalam masyarakat Hindu dimulai dari kasta terendah yang benar

adalah ….

A.  waisya, sudra, ksatria, brahmana

B.  sudra, waisya, ksatria, brahmana

C.  waisya, ksatria, brahmana, sudra

D. brahmana, ksatria, waisya, sudra

E.  ksatria, brahmana, sudra, waisya

 

5.  Seseorang  yang  memiliki  kedudukan  tinggi  di  perusahaan  dalam  stratifikasi sosial berarti ... .

A.  memiliki posisi atas

B.  memiliki posisi menengah

C.  memiliki posisi bawah

D. tidak menduduki posisi apapun

E.  mempunyai posisi atas, menengah, dan bawah

 

6.  Dilihat dari sifatnya, stratifikasi terbagi menjadi .

A.  terbuka, tertutup, dan utama

B.  terbuka dan tertutup

C.  terbuka, campuran dan utama

D. terbuka, tertutup dan campuran

E.  terbuka dan utama

 

7.  Fungsi stratifikasi sosial sebagai pemersatu adalah .

A.  dapat mengkoordinasikan unit-unit yang ada dalam struktur social

B.  meningkatkan hubungan antar individu yang ada si lingkungannya

C.  memudahkan dalam mendistribusikan tugas-tugas

D. memudahkan cara menguasai anggota kelompok

E.  memudahkan cara menentukan peringkat peran anggota

 

8.  Stratifikasi sosial pada masyarakat yang menganut sistem kasta bersifat … .

A.  bebas

B.  terbuka

C.  tertutup

D. campuran

E.  utama

 

9.  Rahmat  merupakan  anak  dari  keluarga   yang  tidak  mampu,   tetapi   berkat kegigihan  dia  menjadi  penjual  ban  bekas  kini  ia  menjadi  seorang  pengusaha besar. Hal tersebut merupakan stratifikasi sosial yang bersifat .

A. campuran

B.demokratis C.  tertutup

D. terbuka

E.  modern

 

10.Pak Tigor memiliki status sosial tinggi dalam masyarakat karena ia merupakan seorang  Guru  di  SMA.  Hal  ini  menunjukkan  pelapisan  social  yang  terjadi karena …

A.  pendidikan

B.  kekayaan

C.  keturunan

D. politik

E.  jenis kelamin

 


 

Posting Komentar untuk "SOSIOLOGI XI: PERAN, STATUS DAN MOBILITAS SOSIAL"