Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MINYAK BUMI

 

MINYAK BUMI

 

Kompetensi Dasar

3.2 Menjelaskan proses pembentukan fraksi-fraksi minyak bumi, teknik pemisahan serta kegunaannya

4.2 Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya

Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar

1. Mendeskripsikan  proses pembentukan minyak bumi

2. Menjelaskan komponen-komponen utama penyusun minyak bumi,

3. Menafsirkan bagan  destilasi bertingkat untuk  menjelaskan  teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak  bumi 

4. Menjelaskan kegunaan minyak bumi dalam kehidupan sehari-hari

5. Membedakan mutu bensin berdasrkan bilangan oktan.


Materi Pembelajaran

PETA  KONSEP


1.    Proses Pembentukan Minyak Bumi

Pernahkah kalian melihat anjungan minyak bumi lepas pantai? Minyak bumi diperoleh dari pengeboran permukaan bumi hingga mencapai sumbernya. Darimana minyak bumi itu terbentuk?


 




                Gambar 1.1 Proses Pembentukan Minyak Bumi dan Pengeboran Minyak Bumi

Keberadaan minyak bumi di alam merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun silam. Organisme-organisme tersebut kemudian dibusukkan oleh mikroorganisme dan kemudian terkubur dan terpendam dalam lapisan kulit bumi. Dengan tekanan dan suhu yang tinggi, maka setelah jutaan tahun lamanya, material tersebut berubah menjadi minyak yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir. Oleh karena pori-pori batu kapur bersifat kapiler, maka dengan prinsip kapilaritas, minyak bumi yang terbentuk tersebut perlahan-lahan bergerak ke atas. Ketika gerakan tersebut terhalang oleh batuan yang tidak berpori, maka terjadilah penumpukan minyak dalam batuan tersebut.

Itu sebabnya minyak bumi disebut sebagai petroleum (yang dalam bahasa Latin, petrus = batu dan oleum = minyak). Pada daerah lapisan bawah tanah yang tak berpori tersebut dikenal dengan nama antiklinal atau cekungan. Daerah cekungan ini terdiri dari beberapa lapisan, lapisan yang paling bawah berupa air, lapisan di atasnya berisi minyak, sedang di atas minyak bumi tersebut terdapat rongga yang berisi gas alam. Jika cekungan mengandung minyak bumi dalam jumlah besar, maka pengambilan dilakukan dengan jalan pengeboran

2.    Komposisi Minyak Bumi

Minyak bumi yang baru keluar dari pengeboran merupakan minyak mentah (crude oil) yang kental berwarna hitam. Minyak mentah merupakan campuran dari berbagai macam senyawa yang di dalamnya sebagian besar merupakan senyawa hidrokarbon seperti alkana, sikloalkana dan hidrokarbon aromatik, serta terdapat senyawa-senyawa lain.

1. Alkana

Senyawa alkana yang terdapat dalam minyak bumi ada yang memiliki rantai

karbon lurus seperti n-butana dan n-heptana ada juga yang memiliki rantai   karbon bercabang seperti 2,2,4-trimetilpentana (isooktana).

Dalam minyak bumi senyawa yang paling banyak ditemukan adalah senyawa

hidrokarbon dengan rantai lurus.

2. Sikloalkana

Sikloalkana yang ditemukan dalam minyak bumi contohnya metilsiklopentana

dan etilsikloheksana

3. Hidrokarbon Aromatik

Senyawa hidrokarbon aromatik paling sederhana yang terdapat pada minyak

bumi adalah benzena (C6H6) dan metilbenzena

4. Senyawa Lain

Komposisi senyawa-senyawa yang terkandung dalam minyak bumi berbeda

antara satu daerah dengan daerah lainnya. Selain hidrokarbon jenuh terdapat

pula senyawa hidrokarbon tak jenuh, senyawa belerang berkisar 0,01 – 7%, senyawa nitrogen berkisar 0,01 – 0,9%, dan oksigen berkisar 0,06 – 0,4%,, serta

organologam yang mengandung logam vanadium dan nikel. Jumlah kandungan atau kadar senyawa-senyawa ini menentukan kualitas dari minyak bumi.

 

3.    Teknik Pemisahan Fraksi-Fraksi Minyak Bumi

Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena, alkuna, siklo-alkana, aromatik, dan senyawa anorganik. Meskipun kompleks, untungnya terdapat cara mudah untuk memisahkan komponen-komponennya, yakni berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. Proses ini disebut distilasi bertingkat. Untuk mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang diinginkan, maka sebagian hasil dari distilasi bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses konversi, pemisahan pengotor dalam fraksi, dan pencampuran fraksi.

Dalam proses distilasi bertingkat, minyak mentah tidak dipisahkan menjadi

komponen-komponen murni, melainkan ke dalam fraksi-fraksi, yakni kelompok-kelompokyang mempunyai kisaran titik didih tertentu.


                                       Gambar  3.1 Destilasi bertingkat  Minyak Bumi 

 Fraksi-fraksi yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya diolah lebih

lanjut dengan proses reforming, polimerisasi, treating, dan bleding.

1. Reforming

      Reforming merupakan satu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus

      menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.

2. Polimerisasi

    Polimerisasi merupakan suatu cara penggabungan monomer (molekulmolekul

    sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks.

3. Treating

    Treating nerupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.

4. Bleading

      Bleading merupakan proses penambahan zat adiktif.

 

4.   Fraksi Minyak Bumi dan Kegunannya

Bahan bakar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan hasil

pengolahan minyak bumi. Minyak bumi yang dihasilkan dari pengeboran tidak

dapat langsung digunakan, tapi harus melalui proses distilasi bertingkat terlebih

dahulu.

Bensin (Gasoline)

Bensin merupakan bahan bakar kendaraan bermotor yang memiliki peranan penting. Bensin biasa juga disebut dengan petrol atau gasoline. Mutu atau kualitas bensin ditentukan oleh persentase isooktana yang terkandung di dalamnya atau yang biasa disebut sebagai bilangan oktan.

Dikatakan kualitas bensin ditentukan oleh isooktana (2,2,4–trimetilpentana), hal ini terkait dengan efisiensi oksidasi yang dilakukan oleh bensin terhadap mesin kendaraan. Efisiensi energi yang tinggi diperoleh dari bensin yang memiliki rantai karbon yang bercabang banyak. Adanya komponen bensin berantai lurus menghasilkan energi yang kurang efisien, yang  menyebabkan terjadinya knocking atau ketukan pada mesin. Ketukan pada mesin ini menyebabkan mesin menjadi cepat rusak. Bensin premium memiliki bilangan oktan 82, sedangkan bensin super memiliki bilangan oktan 98. Untuk meningkatkan bilangan oktan bensin, ditambahkan satu zat yang disebut TEL (tetraetil lead) atau tetraetil timbal.Namun demikian penggunaan TEL ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan manusia

Latihan

1.          1.   Jelaskan kerugian minyak bumi yang mengandung banyak belerang?

2.      Jelaskan faktor apa yang mempengaruhi mutu bensin? Bagaimana cara meningkatkan mutu bensin.

3.      Kendaraan bermotor atau alat transportasi pada umumnya menggunakan bahan bakar minyak bumi. Saat ini, jumlah alat transportasi semakin bertambah. Adapun bahan bakar yang tersedia semakin berkurang. Apakah saran Anda untuk mengatasi masalah tersebut?









DAFTAR PUSTAKA

 

Sudarmo, Unggul. 2014, Kimia untuk SMA /MA kelas XI, Surakarta, Erlangga

Drs. Mendera,H. I Gede M.T.2020, Modul Pembelajaran SMA Kimia Kelas XI,Kemendikbud

Johari, J.M.C. dan Rachmawati, M, 2010. Chemistry 2A for Senior High School Grade XI Semester 1 , Esis, Jakarta

          Utami Budi, Nugroho Agung, dkk.2009, Kimia untuk SMA dan MA Kelas XI,                               Departemen  Pendidikan Nasional, Jakarta

https://www.ruangguru.com/blog/proses-pengolahan-minyak-bumi(diakses 5 juni 2021)

https://www.pakarkimia.com/fraksi-minyak-bumi/ (diakses  5 juni 2021)

https://www.studiobelajar.com/senyawa-hidrokarbon/ (diakses 5 Juni 2021)

https://idschool.net/sma/senyawa-hidrokarbon-alkana-alkena-alkuna/ ( diakses 5 juni 2021)

https://sites.google.com/site/dewitatrianiputri/materi-pembelajaran/kelas-xi/bab-9-hidrokarbon/d-struktur-alkana-alkena-dan-alkuna(diakses 5 juni 2021)

https://www.nafiun.com/2013/04/isomer-alkana-alkena-alkuna-rumus-contoh-gambar-senyawa-kimia-soal-kunci-jawaban.html(diakses 5 juni 2021)

 


 



 

 

Posting Komentar untuk "MINYAK BUMI"